EQUITYWORLD FUTURES – Pemerintah AS mengumumkan kemudahan penggunaan drone oleh berbagi perusahaan untuk berbagai kebutuhan, termasuk fotografi udara dan tanggap darurat.

Aturan tersebut diterbitkan oleh Federal Aviation Administration (FAA). Dalam aturan itu disebutkan, drone bisa digunakan untuk berbagai urusan bisnis dengan berat perangkat di bawah 55 pon atau 27,5 kilogram.

Drone pun harus dioperasikan oleh pilot yang telah lulus uji tertulis dan berusia setidaknya 16 tahun. Drone harus diterbangkan dalam ketinggian di bawah 400 kaki, pada pagi atau siang hari, dan setidaknya pada radius 5 mil dari bandara.

Pelonggaran aturan ini pun menjadi angin segar bagi berbagai pihak yang terkait dengan drone di AS.

Perusahaan pembuat drone maupun perusahaan teknologi telah melobi aturan itu sejak lima tahun silam, termasuk sektor komersial seperti Amazon dan Google.

Namun, pemerintah AS berada di persimpangan jalan antara mengakomodasi manfaat teknologi terhadap ekonomi dan mengatur peredaran drone di udara.

Permintaan izin penggunaan drone pun kian meningkat. Broker real estate ingin menggunakan drone untuk mengambil foto udara, perusahaan media yakin drone bisa digunakan untuk menghimpun berita.

Adapun petani ingin menggunakan drone untuk survei lahan pertanian, dan para petugas tanggap darurat percaya drone bisa digunakan untuk operasi penyelamatan.

Bahkan, data yang dirilis Gedung Putih menyebut, manfaat ekonomi yang bisa diperoleh dari penggunaan drone untuk keperluan komersial bisa mencapai lebih dari 82 miliar dollar AS dalam satu dekade mendatang.

“Dalam beberapa bulan kita akan melihat dampak luar biasa dari aturan ini dengan drone komersial menjadi umum digunakan untuk berbagai tujuan. Ini akan menunjukkan betapa teknologi dapat diandalkan dan akan sulit berargumen untuk menyangkal penggunaannya, termasuk untuk pengiriman barang,” jelas Michael Drobac, pengacara di Akin Gump, yang mewakili upaya penggunaan drone oleh perusahaan seperti Amazon dan Google.