EQUITYWORLD FUTURES – Yen melonjak melewati tonggak bersejarahnya versus dolar AS untuk pertama kalinya sejak November 2013 karena warga Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa yang mendorong permintaan untuk mata uang utama berkinerja terbaik tahun ini sebagai haven.

Mata uang Jepang menguat sebanyak 7,2 persen menjadi 99,02 per dolar. Reli terhadap semua 31 rekan-rekan utama karena investor mencari keamanan pasca keputusan Inggris. Investor dan analis mengatakan pergerakan di bawah 100 akan menempatkan tekanan pada otoritas Jepang untuk melakukan intervensi dalam melemahkan mata uang setelah penguatan yen dalam tahun 2016 mengancam untuk melepaskan lebih banyak dampak dari rekor pelonggaran moneter Bank of Japan. Bank sentral siap memberikan cukup likuiditas untuk menjamin stabilitas pasar keuangan, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Stimulus bank sentral telah menjadi bagian penting dari apa yang disebut dengan tiga anak panah Perdana Menteri Shinzo Abe yang bertujuan menghidupkan kembali perekonomian Negaranya setelah mengalami deflasi lebih dari satu dekade. Didukung oleh pelonggaran bank sentral yang belum pernah terjadi sebelumnya, yen mencapai level terendah 13-tahun dari 125,86 terhadap dolar pada bulan Juni 2015.

Yen terapresiasi 3,7 persen menjadi 102,29 per dolar pada pukul 12:06 siang di New York, melonjak dalam kisaran 3 sampai 11 persen terhadap 31 rekan-rekan terbesarnya. Mata uang Jepang naik sebanyak 18 persen terhadap mata uang Inggris, terbesar setidaknya sejak 1971, untuk menyentuh level 133,31 per pound.

Yen melonjak melewati tonggak bersejarahnya versus dolar AS untuk pertama kalinya sejak November 2013 karena warga Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa yang mendorong permintaan untuk mata uang utama berkinerja terbaik tahun ini sebagai haven.

Mata uang Jepang menguat sebanyak 7,2 persen menjadi 99,02 per dolar. Reli terhadap semua 31 rekan-rekan utama karena investor mencari keamanan pasca keputusan Inggris. Investor dan analis mengatakan pergerakan di bawah 100 akan menempatkan tekanan pada otoritas Jepang untuk melakukan intervensi dalam melemahkan mata uang setelah penguatan yen dalam tahun 2016 mengancam untuk melepaskan lebih banyak dampak dari rekor pelonggaran moneter Bank of Japan. Bank sentral siap memberikan cukup likuiditas untuk menjamin stabilitas pasar keuangan, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Stimulus bank sentral telah menjadi bagian penting dari apa yang disebut dengan tiga anak panah Perdana Menteri Shinzo Abe yang bertujuan menghidupkan kembali perekonomian Negaranya setelah mengalami deflasi lebih dari satu dekade. Didukung oleh pelonggaran bank sentral yang belum pernah terjadi sebelumnya, yen mencapai level terendah 13-tahun dari 125,86 terhadap dolar pada bulan Juni 2015.

Yen terapresiasi 3,7 persen menjadi 102,29 per dolar pada pukul 12:06 siang di New York, melonjak dalam kisaran 3 sampai 11 persen terhadap 31 rekan-rekan terbesarnya. Mata uang Jepang naik sebanyak 18 persen terhadap mata uang Inggris, terbesar setidaknya sejak 1971, untuk menyentuh level 133,31 per pound. – Equity world Futures