EQUITYWORLD FUTURES – Pemerintah berencana mempertajam prioritas pembangunan industri nasional.

Ditemui usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (27/6/2016), Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, prioritas pembangunan industri nasional perlu dikerucutkan lagi.

“Ada 10 industri prioritas yang ingin dikembangkan. Tentu ini mau dikerucutkan, mau diperkecil lagi. Misal, industri logam, bidang mana saja yang mau didahulukan. Industri agro, bidang mana saja yang didahulukan,” kata Saleh.

Sayangnya, Saleh tidak memberikan daftar rinci sub-industri mana saja yang akan memperoleh prioritas.

Saat ini, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035, ada 10 industri prioritas yang akan dibangun pemerintah.

10 industri prioritas meliputi: industri pangan; industri farmasi, kosmetik dan alat kesehatan; industri teksil, kulit, alas kaki, dan aneka; serta, industri alat transportasi.

Selain itu pemerintah juga akan membangun industri elektronika dan telematika/ICT; industri pembangkit energi; industri barang modal, komponen, bahan penolong, dan jasa industri.

Saat ini, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035, ada 10 industri prioritas yang akan dibangun pemerintah.

Saat ini, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035, ada 10 industri prioritas yang akan dibangun pemerintah.

Saat ini, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035, ada 10 industri prioritas yang akan dibangun pemerintah.

Juga membangun industri hulu agro; industri logam dasar dan bahan galian bukan logam; industri kimia dasar berbasis migas dan batubara.

Menunggu

Dalam kesempatan sama, Deputi Pengendalian Pelaksanaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengatakan, pihak BKPM menunggu keputusan dari pemerintah sektor industri mana saja yang akan dikerucutkan.

“Mana prioritas yang mesti dulu dibuat. Insentifnya kita ada. Juga tergantung kawasannya, di mana,” kata Azhar. – Equity world Futures