EQUITYWORLD FUTURES – Minyak menghentikan reli dua hari yang dipicu oleh penurunan pasokan minyak AS yang mendorong harga ke level tertinggi sejak keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Minyak berjangka turun sebanyak 1,2 persen di New York setelah sebelumnya naik 7,7 persen selama dua hari. Cadangan minyak mentah AS turun 4,05 juta barel pada pekan lalu, penurunan beruntun keenam, dan produksi turun untuk minggu ketiga ke level terendah sejak 2014, Energy Information Administration mengatakan pada hari Rabu. Harga anjlok 7,5 persen dalam dua hari setelah keputusan Brexit pada 23 Juni, penurunan terbesar sejak Februari.

Minyak mentah telah naik lebih dari 85 persen sejak menyentuh level terendah 12 tahun pada bulan Februari akibat gangguan pasokan global dan penurunan produksi AS mengurangi surplus. Gangguan mulai mereda setelah pemerintah Nigeria memulai gencatan senjata dengan militan yang telah memotong produksi minyak negara tersebut melalui serangan infrastruktur sementara operator Canadian oil-sands memulai kembali produksi setelah kebakaran hutan pada bulan Mei membatasi produksi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sebanyak 61 sen menjadi $ 49,27 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di $ 49,50 pada pukul 11:30 siang waktu Sydney. Harga WTI menguat $ 2,03 untuk menetap di $ 49,88 pada hari Rabu, level tertinggi sejak 23 Juni, total volume yang diperdagangkan adalah 46 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Agustus kehilangan sebanyak 60 sen, atau 1,2 persen, ke $ 50,01 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent naik $ 2,03, atau 4,2 persen, ke $ 50,61 per barel pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global diperdagangkan lebih besar 59 sen dari WTI. – Equity world Futures