PT. EQUITYWORLD FUTURES – Saham Hong Kong naik di tengah pembelian oleh investor China daratan terkait lonjakan produsen energi yang mendorong minyak mentah.

Indeks Hang Seng naik sebesar 0,6 persen pada 01:30 siang, siap untuk penutupan tertinggi sejak 9 September setelah jatuh sebanyak 0,4 persen sebelumnya. Pemasukan bersih melalui jalur pertukaran dengan Shanghai naik 2 miliar yuan ($ 300 juta) pada hari Rabu. Perusahaan energi meliputi tiga dari lima gainers terbesar terkait kenaikan pada minyak AS sebesar 1,7 persen.

Indeks Hang Seng diperdagangkan pada 23,678.66. Indeks Hang Seng China Enterprises naik 1 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite naik 0,1 persen.

EQUITYWORLD FUTURES Saham Hong Kong naik di tengah pembelian oleh investor China daratan terkait lonjakan produsen energi yang mendorong minyak mentah.

Indeks Hang Seng naik sebesar 0,6 persen pada 01:30 siang, siap untuk penutupan tertinggi sejak 9 September setelah jatuh sebanyak 0,4 persen sebelumnya. Pemasukan bersih melalui jalur pertukaran dengan Shanghai naik 2 miliar yuan ($ 300 juta) pada hari Rabu. Perusahaan energi meliputi tiga dari lima gainers terbesar terkait kenaikan pada minyak AS sebesar 1,7 persen.

Indeks Hang Seng diperdagangkan pada 23,678.66. Indeks Hang Seng China Enterprises naik 1 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite naik 0,1 persen.

Saham Hong Kong naik di tengah pembelian oleh investor China daratan terkait lonjakan produsen energi yang mendorong minyak mentah.

Indeks Hang Seng naik sebesar 0,6 persen pada 01:30 siang, siap untuk penutupan tertinggi sejak 9 September setelah jatuh sebanyak 0,4 persen sebelumnya. Pemasukan bersih melalui jalur pertukaran dengan Shanghai naik 2 miliar yuan ($ 300 juta) pada hari Rabu. Perusahaan energi meliputi tiga dari lima gainers terbesar terkait kenaikan pada minyak AS sebesar 1,7 persen.

Indeks Hang Seng diperdagangkan pada 23,678.66. Indeks Hang Seng China Enterprises naik 1 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite naik 0,1 persen. – Equity world Futures

Sumber: Bloomberg