Kampanye yang sedang gencar dilakukan oleh Microsoft untuk mensosialisasikan dukungan Windows XP yang akan segera berakhir pada tanggal 8 April 2014 mendatang dan juga mengajak semua pihak untuk beralih mengadopsi OS versi yang lebih baru, tampaknya bakal mengalami hambatan di sejumlah negara tertentu dan salah satunya adalah negara Jepang.

 

Ya bagaimana tidak, pemerintah sekelas Jepang sendiri tampaknya tidak memiliki pilihan lain selain harus tetap terus mengadopsi Windows XP setelah dukungan berakhir dikarenakan sebagian besar dana yang ada dinilai tidak akan dapat mencukupi untuk menyebarluaskan penggunaan sistem operasi Windows 7 ataupun Windows 8.

 

Menurut survei yang baru saja dilakukan oleh Yomiuri Shimbun dan melibatkan 1.789 lembaga lokal yang ada di Jepang, disinyalir setidaknya bakal ada lebih dari 200.000 perangkat komputer yang akan terus menggunakan Windows XP setelah tanggal pemberhentian resmi dukungan diberlakukan. Dan 28 persen dari responden tampaknya telah mengungkapkan kalau kurangnya dana sebagai alasan utama hal tersebut.

 

Untuk saat ini saja, Windows XP telah diinstal di lebih dari 1.765.000 perangkat komputer yang dioperasikan oleh kalangan pemerintah Jepang, sehingga transisi ke platform baru sangat penting untuk keamanan data lokal.

 

Sedangkan upgrade sisanya yang berjumlah 200.000 perangkat komputer ke Windows 7 atau Windows 8, dinilai sangat mahal karena diperkirakan bakal membutuhkan biaya sekitar 2,4 milyar USD atau setara 27,6 triliun rupiah.