Kebutuhan energi semakin besar seiring laju pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Indonesia salah satu negara yang sangat bergantung pada minyak sebagai sumber energi. Kondisi ini memaksa pemerintah habis-habisan mengimpor minyak.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo memaparkan, saat ini Indonesia rutin mengimpor minyak 800.000 barel per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Nilainya setara USD 120 juta. Saban hari, kebutuhan energi di dalam negeri mencapai 1,5 juta barel. Produksi minyak nasional hanya sanggup 700.000 barel per hari.

“Kita harus mengurangi impor BBM ini, sekarang itu kita perlu USD 120 juta dolar per hari untuk impor,” ucap Susilo di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9).

Indonesia harus bisa menghentikan ketergantungan akan impor minyak. Suplai energi dalam negeri harus terus ditingkatkan. Pencarian sumber energi harus mampu mengimbangi daya beli masyarakat yang semakin tinggi.

Jika produksi minyak dalam negeri tidak ditingkatkan, Susilo memprediksi pada 2020 Indonesia akan menghabiskan USD 200 juta per hari hanya untuk impor minyak.

“Ini unsur kemandirian, pertama suplai energi harus ada, kedua akses energi ke masyarakat. Itu semua tantangan tantangan yang kita hadapi. 2020, Kalau tidak bisa produksi sendiri, kita akan impor USD 2 juta barel per hari atau perlu USD 200 juta dolar per hari. Kalau kita kita bisa menekan impor energi, maka dana kita tertanam di sini,” tutupnya.