EQUITYWORLD FUTURES – Perkembangan komunikasi mobile di Asia Pasifik terbilang pesat. Hingga akhir tahun lalu, tercatat setidaknya ada 2,5 miliar subscribers atau pengguna perangkat mobile.

Angka ini diprediksi akan terus berkembang hingga empat tahun mendatang. GSM Association (GSMA) memperkirakan jumlah subscribers akan tumbuh hingga 3,1 miliar pada 2020 di Asia Pasifik.

Dalam laporan “The mobile Economy: Asia Pasific 2016″ yang dirilis di sela Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2016, Rabu (29/6/2016), GSMA menyatakan bahwa sekitar 62 persen dari total populasi di Asia Pasifik sudah menggunakan layanan mobile pada 2015.

GSMA menyatakan bahwa jumlah ini akan bertambah hingga hampir tiga perempat dari total populasi pada 2020. Pertumbuhan ini disebabkan adanya 600 juta subscribers baru sejak tahun ini hingga 2020 mendatang.

“Lebih dari setengah subscribers mobile di dunia berlokasi di Asia Pasifik. Kawasan ini akan menjadi motor dari pertumbuhan subscribers secara global dalam beberapa tahun mendatang,” kata Direktur Jenderal GSMA Mats Granryd.

Granryd melanjutkan, karena itu diperlukan jaringan yang lebih cepat untuk mendorong terjadinya sinergi dengan pertumbuhan tersebut.

Mobile akan membantu Asia membangun komunitas digital yang memungkinkan penduduknya untuk mengakses berbagai layanan kapan saja dan di mana saja,” ucap Granryd.

SMA menyatakan bahwa jumlah ini akan bertambah hingga hampir tiga perempat dari total populasi pada 2020. Pertumbuhan ini disebabkan adanya 600 juta subscribers baru sejak tahun ini hingga 2020 mendatang.

“Lebih dari setengah subscribers mobile di dunia berlokasi di Asia Pasifik. Kawasan ini akan menjadi motor dari pertumbuhan subscribers secara global dalam beberapa tahun mendatang,” kata Direktur Jenderal GSMA Mats Granryd.

Granryd melanjutkan, karena itu diperlukan jaringan yang lebih cepat untuk mendorong terjadinya sinergi dengan pertumbuhan tersebut. – Equity world Futures