Siapa yang tidak senang perkembangan teknologi yang begitu pesat seperti saat ini? Tugas-tugas manusia semakin mudah dikerjakan berkat bantuan dari gadget, robot, bahkan software-software sederhana berupa aplikasi perangkat mobile. Tetapi, dalam 10 tahun mendatang manusia harus menerima dampak negatif dari hal ini.

Ya, menurut lembaga riset teknologi Amerika, Gartner, di tahun 2025 nanti tiap satu dari tiga pekerjaan manusia akan digantikan oleh robot dan gadget berlabel ‘smart’, PC Mags (07/10). Perkembangan teknologi diprediksi juga akan mengubah dunia kerja secara drastis.

Mulai dari tahun 2018, pekerja bagian administrasi dan bisnis di ranah bisnis digital akan menurun hingga 50 persen. Di sisi lain, jumlah permintaan pekerja dari sektor IT (Information Technology) melonjak hingga 500 persen. Hal ini diperkirakan dapat merubah iklim kerja secara menyeluruh, termasuk pola kerja individu.

Sementara itu, permulaan dari perubahan iklim kerja akan dimulai pada tahun 2017. Dalam tiga tahun lagi, jenis pekerjaan yang paling dibutuhkan adalah para ahli internet dan robot, serta teknisi perangkat-perangkat pintar.

Pimpinan penelitian global dari Gartner, Peter Sondergaard, mengungkapkan bila tahun 2020 akan ada banyak pekerjaan yang hilang akibat penetrasi besar-besaran teknologi. Pekerjaan-pekerjaan yang saat ini dianggap sangat menjanjikan seperti akademisi, insinyur, ilmuwan, hingga arsitek menurut Sondergaard akan berkurang jumlahnya, tergantikan oleh robot atau bahkan aplikasi-aplikasi asisten digital seperti Siri atau Google Now. Namun, beberapa justru mengalami perkembangan yang signifikan, terutama yang berhubungan dengan penggunaan teknologi-teknologi terbaru.

Perubahan iklim pekerjaan sebelum tahun 2025 terjadi akibat kemunculan jenis-jenis pekerjaan baru yang lebih spesifik dan mendukung perkembangan IT. Pekerjaan-pekerjaan yang diklaim menjadi primadona di tahun 2020 misalnya, adalah perencana bisnis digital, teknisi software dan hardware, dan analis regulasi IT khusus termasuk pengacara.