EQUITYWORLD FUTURES – Seniman turut berpartisipasi menggelar aksi memperingati 10 tahun bencana lumpur panas Sidoarjo, Senin (30/5/2016).

Sebanyak 300 baju bekas dipasang sebagai bendera dan ditanam di sekitar kolam lumpur panas di Kecamatan Porong Sidoarjo, tepatnya di tanggul titik 71 Desa Ketapang.

Dadang Christanto, seniman rupa asal Tegal, Jawa Tengah, yang memasang bendera-bendera tersebut menyebut aksi tersebut sebagai “Instalasi Gombal”. Gombal dalam bahasa jawa berarti pakaian bekas yang tidak bermanfaat lagi atau tidak terpakai.

“Ini menggambarkan korban lumpur yang seakan tidak diperhatikan lagi oleh pemerintah,” kata seniman yang mengaku tinggal di Australia itu.

Aksi tersebut adalah yang kedua. Tahun lalu dia juga membuat aksi teatrikal mandi lumpur di kolam tersebut. Mandi lumpur menggambarkan kegigihan warga korban lumpur yang terus berjuang bertahun-tahun memperjuangkan nasib di tengah gempuran lumpur panas Lapindo.

Di kolam lumpur tadi, juga ada aksi warga sekitar tanggul yang mendesak agar PT Lapindo Brantas Inc menghentikan semua aktivitas pengeboran minyak dan gas di Sidoarjo. Mereka menabur bunga dan membaca doa bersama di sisi tanggul lumpur.