EQUITYWORLD FUTURES – Evakuasi pencarian korban longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, telah dihentikan, Minggu (22/12). Total ada 95 jenazah korban yang ditemukan dalam musibah tersebut.

Operasi kemanusiaan ini didukung ribuan personel dari TNI, Polri, SAR, mahasiswa, dan masyarakat.

Salah satu yang mengirimkan pasukan ke sana adalah Komando Pasukan Khusus (Kopassus TNI AD). Pasukan baret merah ini mengirim 35 personel dari Grup-2 Kandang Menjangan di Kartasura.

Komandan Grup 2 Kopassus, Kolonel (Inf) Richard Taruli Horja Tampubolon mengatakan ke 35 personel tersebut adalah pasukan berkemampuan khusus.

“Prajurit Kopassus harus menjadi solusi bagi masyarakat, dan 7 huruf komando diartikan membawa kebaikan bagi masyarakat,” ujar Richard, Minggu (14/12).

Menurut Richard, sebagian besar dari 35 orang personel yang ditugaskan, mempunyai kemampuan khusus pendakian dan menembus medan sulit. Hal tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan di lokasi bencana.

Tak hanya itu, lanjut Richard, mereka juga memiliki kemampuan tali-temali, sehingga sesuai dengan kebutuhan saat menuju ke lokasi yang masih tertutup serta saat melakukan evakuasi.

Simak aksi para prajurit ini melakukan operasi di medan Banjarnegara. Sesuai motto mereka: Berani, Benar, Berhasil!

1. Beraksi di medan paling berat

Satuan tugas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berhasil mengevakuasi 10 jenazah korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara Senin, (15/12).

Tim evakuasi korban bencana tanah longsor yang dipimpin oleh Mayor Inf Wahyu Yuniartoto mendapatkan jatah penyisiran di sektor 2 dan 4 yaitu sektor yang paling parah dan sulit dijangkau .

Tepat pukul 07.30 WIB, tim Kopassus berhasil menjangkau lokasi dengan berjalan kaki sejauh 3 km dengan menyusuri ketinggian dan tebing.

Usaha tim melewati medan berat tak sia-sia. Mereka menemukan jenazah para korban longsor.

“Jenazah tersebut tertimbun di dalam mobil Suzuki APV, Suzuki Ertiga dan puing-puing rumah. Kondisi jenazah sudah mulai hancur dan sulit dikenali,” kata perwira penerangan Kopassus Mayor Achmad Munir.

2. Kopassus operasi Mbah Suripah

Tim Kesehatan Kopassus bekerjasama berhasil melakukan operasi kecil pada warga. Mereka mengambil 2 buah pen dari kaki Mbah Suripah (60), warga Dusun Karangkobar Gunung, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (17/12).

Operasi kecil pengambilan Pen dilakukan Lettu Ckm dr.Chandra, Perwira Kesehatan Grup-2 Kopassus, dibantu dengan personel FK UNS.

Mbah Suripah datang ke tempat pengobatan memeriksakan kaki kanan bekas operasi pemasangan pen tiga bulan. Dia pernah mengalami kecelakaan motor sehingga tulang jari jempol kaki kirinya patah. Setelah itu dilakukan operasi pemasangan dua buah pen untuk menyambung tulang tersebut di RS Banjarnegara.

Jenis pen yang dipasang berupa logam panjang dengan diameter 3 mm dan panjang 8 cm serta mengait keluar pada ujungnya. Seharusnya Pen tersebut diambil 2 minggu yang lalu. Namun karena terkendala jarak, waktu dan ada musibah tanah longsor Mbah Suripah belum bisa ke Rumah Sakit Banjarnegara.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Lettu Chandra, Pen tersebut harus segera dikeluarkan karena rawan terjadi infeksi.

Berdasarkan jenis pennya, operasi tidak harus dilakukan di Rumah Sakit dan tidak memerlukan peralatan canggih. Akhirnya dilakukan operasi pengeluaran Pen dan berhasil. Mbah Suripah pun sangat berterima kasih.

3. Kerja keras sampai akhir

Satuan Tugas Kopassus terus melakukan evakuasi pada korban longsor di Banjarnegara. Bahkan hingga saat-saat terakhir sebelum penutupan, mereka masih bekerja keras.

Minggu (21/12) pukul 08.30 WIB, tim kembali menemukan dua jenazah jenis laki-laki korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Kecamatan Karangkobar.

Penemuan mayat disaksikan langsung Komandan Korem 071/WK Kolonel Inf Edison. Jenazah yang dievakuasi oleh Satgas Kopassus sebanyak 47 jenazah dari total 95 jenazah yang telah ditemukan secara keseluruhan .

Dansatgas Kopassus Mayor Inf Wahyu Yuniartoto, mengatakan tim yang dipimpin Letda Inf Andi Satria dengan 12 personelnya melakukan penyisiran di sektor 2. Di bawah tebing, ditemukan dua jenazah pria diperkirakan berusia 20 tahun dan 30 tahun.

Wahyu menambahkan pelaksanaan evakuasi hanya dilakukan oleh tim Kopassus
karena satuan lainnya sedang melaksanakan persiapan Upacara Penutupan Evakuasi Korban Bencana Tanah Longsor Kabupaten Banjarnegara yang semula 08.30 WIB diundur pada 11.00 WIB.

4. Penghijauan agar tak terjadi longsor

Tim Kesehatan Kopassus dipimpin Lettu Ckm dr Chandra Saputra bekerjasama dengan Tim Vagus, Fakultas Kedokteran UNS Surakarta menggelar pengobatan massal, Minggu,(21/12) di Balai Desa Purwodadi, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara.

Jumlah pasien yang berobat 365 orang dengan berbagai penyakit yakni penyakit kulit, hipertensi dan Low Back Pain (LBP) penyakit nyeri pinggang dan punggung.

Desa Purwodadi merupakan desa yang terletak di sisi bukit bersebelahan dengan lokasi longsor. Jika terjadi hujan lebat, maka warga dusun Mojotengah dan Curug mengungsi di Balai desa karena merupakan tempat yang aman. Kedua dusun tersebut pernah terjadi longsor pada tahun 1986.

Selain itu, sesuai perintah Danjen, Kopassus akan berkoordinasi lanjutan dengan instansi terkait guna merumuskan kegiatan penghijauan di lokasi tanah longsor agar musibah tersebut tidak akan terulang lagi.

Sebenarnya proses pencarian terhadap korban tanah longsor secara resmi telah dihentikan oleh pemerintah pada, Minggu (21/12). Namun Komandan Grup-2 Kopassus, Kolonel Inf Richard Tampubolon mengatakan baru Selasa (23/12), pasukan akan ditarik.

“Ini berkaitan adanya beberapa tugas yang harus diselesaikan seperti pendistribusian bantuan kepada masyarakat atas kerjasama Kopassus dengan elemen masyarakat, simpatisan bencana dan aksi trauma healing lalu pengobatan bagi para pengungsi,” kata Richard.