EQUITYWORLD FUTURES – Setelah dilantik sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan membuat sejumlah gebrakan. Terutama untuk kesejahteraan guru.

Anies mengobral janji-janji manis untuk guru. Anies ingin guru sekarang sejahtera.

Tidak hanya soal pendapatan saja, tapi Anies ingin memberikan kemudahan dalam banyak pada guru. Bagaimana cara Anies menyejahterakan guru?

Berikut ini ulasan merdeka.com, Rabu (26/11):

1.
Guru naik Transjakarta dapat diskon

 

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan punya cara tersendiri untuk meningkatan kesejahteraan guru. Tidak hanya dengan cara meningkatkan pendapatan guru, tapi juga memberikan kemudahan bagi guru salah satunya dalam moda transportasi.

Untuk mewujudkan hal itu, Anies telah menjalin kerja sama dengan Transjakarta. Nantinya, guru yang naik Transjakarta akan diberi diskon.

“Kebetulan di sini hadir Pak Kosasih, Direktur Transjakarta, nantinya guru akan dapat diskon ketika naik Transjakarta,” ujar Anies di hadapan lebih dari 5.000 staf kementerian di acara internal gathering di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kamis (13/11).

Rencana Anies ini mendapatkan lampu hijau dari Direktur Transjakarta Steve Kosasih. “Nanti guru akan dapat potongan kalau naik Transjakarta. Kami sedang siapkan sistemnya. Semoga tahun depan sudah bisa jalan,” ujarnya.

2.
Guru naik Garuda dapat diskon 25 persen

 

Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengungkapkan tengah melakukan pembicaraan dengan pihak swasta dalam rangka peningkatan kualitas dan penghormatan kepada profesi guru di Indonesia. Menurut Anies, dari pembicaraan itu beberapa pihak swasta memberikan respons yang baik.

“Jadi yang sudah saya lakukan adalah membicarakan ide ini dengan private sektor, tidak bisa diwajibkan, tapi tanggung jawab moral. Tapi yang terjadi responnya positif. TransJakarta saja sudah langsung eksekusi. Untuk guru misalnya, ada harga khusus,” kata Anies di kantor Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11).

Selain potongan harga dari Transjakarta, Anies mengungkapkan, layanan penerbangan bagi guru juga mendapat respons positif dari Garuda Indonesia. “Salah satu contohnya lagi adalah Garuda Indonesia memberikan diskon 25 persen untuk guru. Beberapa lainnya belum dapat diumumkan, tapi kalau nanti Anda di luar mendengar, berarti memang terlihat kalau private sector memberikan respons positif terhadap peningkatan derajat guru ini,” kata Anies.

Anies mengatakan, akan terus melakukan pembicaraan khusus dengan pihak swasta dalam rangka kesejahteraan bagi guru. Apabila seluruh aspek swasta telah melakukan aksi nyata di masyarakat dalam rangka pemberian kemudahan kepada para guru, Anies berjanji akan mengumumkannya ke publik.

3.
Perjuangkan standar upah minimum

 

Menteri Anies Baswedan juga menyoroti kecilnya gaji guru. Bahkan ada guru yang gajinya sangat kecil dibandingkan para buruh

“Tenaga kerja saja punya upah minimum, guru enggak ada upah minimum. Kami harus kembalikan, harus ada batas minimum untuk guru,” kata Anies saat menghadiri acara peringatan Hari Guru di Senayan kemarin.

Menurutnya, ini menjadi tugas pemerintah untuk menyejahterakan guru. “Ini PR kami harus kita tuntaskan,” ujar Anies.

Dalam catatannya, masih banyak guru mendapatkan gaji kecil. “Gaji guru jangan sampai Rp 150 ribu, basa-basi itu, bukan gaji itu,” ucap Anies.

4.
Evaluasi kurikulum 2013

 

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan menilai, Kurikulum 2013 yang dilaksanakan sekarang masih setengah matang. Anies mengungkap, akan ada perbaikan dalam kurikulum tersebut.

“Mungkin ada perbaikan tetapi tidak ada penambahan,” kata Anies di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (24/11).

Saat ini, kata Anies, tim evaluasi masih bekerja untuk menemukan titik permasalahan kurikulum peninggalan Mendikbud Muhammad Nuh tersebut. “Nggak ada mungkin hanya perbaikan,” kata dia.

Kendati ada perbaikan, mantan Rektor Universitas Paramadina ini menilai kurikulum 2013 tidak serta-merta harus dicabut. Menurutnya, kurikulum ini masih perlu dievaluasi untuk kemudian diperbaiki.

“Yang pasti tidak ada penambahan,” kata Anies.