EQUITYWORLD FUTURES – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali membanggakan kinerjanya selama lima pekan menjadi menteri di kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Memang, sikap Susi ini bisa dimaklumi mengingat etos kerjanya yang dapat dibilang nyata.

Berbagai langkah dan sikapnya saat ini disebut sejumlah pihak sebagai sesuatu yang dibutuhkan Indonesia untuk berubah. Aksi kerja Susi membuatnya tak sedikit mendapat pujian.

Salah satunya datang dari kolega Susi di pemerintahan yakni Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Jonan meminta seluruh anak buahnya mencontoh kinerja Menteri Susi. Menurutnya, kemampuan seseorang tidak hanya diukur dari pendidikan yang ditempuh.

“Ibu Susi jadi menteri enggak punya ijazah. Saya enggak peduli Anda sekolah tinggi atau tidak,” ucap Jonan dalam membuka rapat kerja kementerian perhubungan di Jakarta.

Pujian pada Susi ini tentu membuatnya laik jika dirinya sedikit membanggakan kinerja dirinya juga. Dia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya selama ini bukanlah bentuk pencitraan.

“Saya perlu pencitraan buat apa? Saya sudah dapat penghargaan dari APEC, bahkan dulu (sebelum menjadi menteri) justru saya bisa naik kapal terbang kemana saja sesuka saya,” ujarnya.

Apa saja hal yang dibanggakan oleh bos maskapai Susi Air ini? Berikut merdeka.com mencoba merangkumnya.

1. Usir 4.000 kapal asing

Menteri Susi mengklaim, usai menerapkan penghentian sementara atau moratorium izin kapal dan pelarangan alih muatan di tengah laut (transhipment), dia berhasil mengusir sekitar 4.000 kapal asing ilegal dari laut Indonesia.

Dia menegaskan, aksi pencurian ikan yang marak terjadi di laut Indonesia dilakukan nelayan asing.

“Saya baru 5 minggu loh Pak kerja, tapi sudah mengusir 4000-an kapal, 2 bulan bekerja saja belum ada,” ujarnya di Bentara Budaya, Jakarta.

2. Hentikan operasi seluruh kapal bermasalah

Gencarnya upaya pembasmian pencurian ikan (ilegal fishing) yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mendapat apresiasi dari semua kalangan.

Dia mengatakan, dari program tersebut, berhasil membuat kapal-kapal yang terindikasi bermasalah turun drastis. Setidaknya, dari 1.300 kapal ikan yang berlayar kini menjadi 134 unit.

“Berarti yang 1.300 memang ada izinnya bermasalah, atau kelengkapan bermasalah,” jelas dia.

3. Bakal hentikan nelayan asing melaut di perairan Indonesia

Meski sudah mengeluarkan banyak aturan baru, pemilik maskapai Susi Air ini tengah mempersiapkan aturan baru yang akan diterapkan semester I tahun depan. Kebijakan itu, kata Susi, larangan nelayan asing tidak bisa mengambil ikan di laut Indonesia.

“Semakin banyak input dan sumbangsih ide, akan buat saya lebih aware membuat policy yang backgroundnya sudah ada, nanti kita akan buat peraturan baru, nelayan asing tidak boleh lagi, masa nelayan saja kita impor,” tutur dia.

Terbaru, sejak diberlakukan penghentian sementara atau moratorium kapal asing dan penenggelaman kapal asing ilegal, sudah ribuan kapal meninggalkan perairan Indonesia. Namun, dia menyatakan ternyata masih banyak kapal yang ‘ngumpet’.

Susi geram lantaran masih banyak kapal yang disembunyikan oleh oknum usai pemerintah menerapkan beberapa kebijakan pengelolaan kelautan dan perikanan Indonesia.

4. Terjunkan 7 kapal perang jaga laut Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menegaskan pihaknya bersama TNI Angkatan Laut menerjunkan tujuh kapal perang di Laut Arafura untuk memburu dan memberantas praktik pencurian ikan oleh kapal-kapal asing. Selama ini, kapal asing ilegal di Arafura terkenal bandel.

“Jika sebelumnya jumlah kapal asing banyak di perairan Natuna, setelah diburu dan ditangkap keberadaan mereka terus berkurang, namun yang masih bandel mereka yang beroperasi di perairan Arafura,” ujarnya di sela dialog dengan para nelayan budidaya kepiting soka dan nelayan tangkap di Desa Sigam, Kabupaten Kotabaru, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, kapal-kapal asing ilegal yang beroperasi tersebut memiliki kapasitas besar di atas 200 GT. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Panglima TNI AL untuk menerjunkan tujuh kapal besar ke perairan tersebut.

“Alhamdulillah, kabar bagus yang saya terima dari bapak panglima laut, tadi pagi, telah menangkap kapal asing asal Thailand di Perairan Makassar,” ungkap Susi.