EQUITYWORLD FUTURES – Tepat pada hari ini, Jumat (26/10), gelombang laut raksasa disebut tsunami, satu dekade lalu meluluhlantakan sebagian negara-negara yang berada di sekitar samudera Hindia. Salah satunya Indonesia, terutama di wilayah utara Nangroe Aceh Darussalam dan Pulau Nias.

Selain Indonesia, negara tetangga seperti Thailand, Sri Lanka, dan Kamboja juga merupakan wilayah parah yang dihantam tsunami. Gelombang laut setinggi hampir 6 meter tersebut menghanyutkan semua yang ada di kota-kota negara tersebut.

Namun keajaiban memang selalu ada. Di tengah bencana yang besar itu, ada saja cara Sang Maha Kuasa menyelamatkan umat-Nya dan cara yang digunakannya tak terduga. Di Aceh, muncul kesaksian wanita selamat dari terjangan bah berka seekor ular raksasa. Masjid yang tetap kokoh berdiri juga mengundang decak kagum atas rahasia semesta.

Nah, cerita semacam itu juga ada di negara tetangga. Beberapa orang ini selamat dari tsunami dengan cara tak terduga. Dari mereka ada yang selamat hanya karena pohon. Ada juga bangunan yang selamat dari terjangan air bah tersebut.

Berikut ini kisah orang dan bangunan yang terselamatkan dari bencana Tsunami 2004 secara tak terduga yang dirangkum merdeka.com:

1. Ibu hami 9 bulan selamat walau terseret bah

“Saya diselamatkan Tuhan melalui pohon mangga setelah tsunami menghancurkan desa. Selama lima menit saya berpegangan di batang pohon tersebut hingga suami saya berenang dan menyelamatkan kami,” ujar Kanagaswary, ia bahkan masih tidak percaya bisa selamat dari kejadian tersebut.

Ia juga mengatakan pada saat kejadian, ia tengah mengandung sembilan bulan.

“Saya harus mengutamakan keselamatan janin saya, jadi saya harus kuat. Saya berpikir bayi saya adalah segalanya,” katanya.

Dari ceritanya, ibu dan adiknya tidak selamat. Ia menemukan mereka pukul 6 sore waktu setempat. Keesokan paginya setelah kejadian itu, ia melahirkan bayi perempuan di rumah sakit.

2. Turis Australia bisa selamat pegangan bambu

Joyce Evans menceritakan kejadian itu saat mereka baru pertama kali melakukan perjalanan ke Sri Lanka. Dia dan keluarganya tengah menikmati liburan dalam rangka merayakan Natal.

“Pada saat tsunami datang, kami tengah memasak untuk sarapan. Begitu air datang, kami semua terseret namun kami berpegangan pada pohon bambu. Dan itu menyelamatkan kami yang terombang ambing di air,” katanya.

Joyce mengatakan ia dibantu cucunya untuk berpegangan di batang pohon bambu. Nenek 76 tahun beserta keluarganya semuanya selamat dari bencana dahsyat yang mengguncang dunia tersebut.

3. Gereja Katedral Santhome India tetap tegak

Sebuah gereja di Chennai, India mengalami keajaiban selamat dari kejamnya tsunami 2004. Gereja Katedral Santhome pada saat kejadian tetap berhasil berdiri padahal bangunan yang lainnya hanyut terbawa arus air yang kuat.

Katedral ini memberikan perlindungan pada ratusan korban tsunami. Saat gelombang air menghantam sebagian India gereja Santo Thomas itu tidak tersentuh air sama sekali.

“Kami percaya sekali dengan keajaiban pada gereja ini saat tsunami terjadi,” ujar Pastor Lawrence Raj, Kardinal Gereja Katedral Santhome Basillica.

Pastor Lawrence mengatakan air bahkan seperti tidak menyentuh gereja tersebut. Gereja itu hingga sekarang masih jadi berdiri dan jadi saksi bisu tsunami 2004.

4. Alkitab selamatkan korban tsunami

“Saya selalu membawa Alkitab kemanapun saya pergi, bahkan saat tengah berada diatas air dan di helikopter penyelamat pada tsunami 26 Desember 2004,” aku Uma seorang anggota gereja di Tamil Nadu, India.

Pada saat kejadian itu, Uma seperti biasa membawa kitab sucinya kemana pun, bahkan saat akhirnya ia terseret tsunami. Pada saat itu, ia tengah berjalan dengan sepasang kekasih dan kemudian melihat ombak yang sangat besar.

Uma dan dua orang penduduk desa lainnya ikut terseret ombak tsunami. Tengah terseret, Uma menangis meminta perlindungan dari Tuhan. Di tangannya, masih tergenggam erat Alkitabnya. Bersama dua penduduk lainnya, ia menyerahkan semua kepada Tuhan dan berseru ‘Tuhan aku berserah’.

Tak lama kemudian mereka mendapat pertolongan dengan berpegangan pada pohon palem. Namun sayangnya dua orang yang bersama Uma sekarat dan mereka meninggal dalam genggaman tangan Uma. Ia terus bertahan hingga dirinya ditemukan oleh helikopter penyelamat dengan tetap memegang Alkitab kesayangannya.