EQUITYWORLD FUTURES – Masyarakat Eropa terheran-heran saat menemukan lempengan-lempengan karet berukir ‘Tjipetir’ di pantai mereka. Awalnya banyak yang menganggapnya benda temuan biasa saja di pantai.

Kehebohan ‘Tjipetir‘ dimulai saat Tracey Williams menemukan lempengan karet mentah seukuran laptop ini pada 2012 di pantai Newquay, Cornwall, Inggris.Cornwall

Tracey Williams menggunggah temuannya di Facebook fan page yang diberi nama ‘Tjipetir Mystery’. Hal ini menjadi viral.

Fan page tersebut kemudian memancing orang lain untuk menggunggah foto temuan lempeng tersebut. Jumlahnya puluhan. Rupanya sudah sejak puluhan tahun orang-orang menemukan benda ini.

Mereka bersama-sama mencari tahu dari mana karet-karet ini berasal. Ada yang menduga dari sebuah balon udara yang meledak di masa lalu. Ada juga yang mengira ‘Tjipetir‘ adalah bagian dari muatan kapal Titanic yang tenggelam.

Akhirnya mereka menemukan fakta ‘Tjipetir’ adalah sebuah perkebunan karet di Sukabumi, Jawa Barat. Jaraknya ribuan kilometer dari Eropa.

Kisah pun semakin menarik karena banyak misteri di dalamnya. Berikut kisah Tjipetir yang membuat heboh Eropa:

1. Kapal Mizayaki Maru bukan Titanic

Lempengan yang selama ini diduga berasal dari manifes Titanic, yang tenggelam pada 1912, ternyata berasal dari kapal Jepang Miyazaki Maru.

Seperti dikutip wrecksite.eu, Kamis (4/12), Miyazaki Maru karam setelah ditembak dengan terpedo oleh kapal selam U-88 milik Jerman di 241,5 km sebelah Barat kepulauan Scillia pada 31 Mei 1917. Dalam serangan tersebut, delapan orang meninggal.

Ketika ditenggelamkan, Miyazaki Maru dalam perjalanan dari Yokohama menuju London. Salah satu muatan kapal seberat 8.520 ton tersebut adalah lempengan karet lateks yang diproduksi oleh Gutta Percha Cipetir yang berada Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Miyazaki Maru diproduksi pada 1908 dengan dimensi 141.7 x 17.3 x 10.5 meter. Kapal tersebut memiliki kecepatan hingga 16.4 knots.

Fakta ini diperkuat dengan keterangan otoritas Inggris yang mengadakan penelitian tentang kapal Jepang tersebut.

2. Karet Tjipetir sudah 3 kali keliling dunia

Ahli Oceanografi Curtis Ebbesmeyer menjelaskan lempengan karet Tjipetir itu kemungkinan sudah mengapung dan tersebar ke mana-mana. Karena itu tak heran banyak yang menemukan blok Tjipetir di berbagai belahan dunia.

Dia mengutip teori hemispheric yang menjelaskan sebuah benda yang mengapung butuh 25 tahun untuk mengelilingi dunia.

“Dan benda-benda ini sudah cukup lama berada di laut untuk mengelilingi dunia tiga kali,” kata Ebbesmeyer seperti dikutip BBC.

“Hebatnya karet-karet Tjipetir ini masih dalam kondisi bagus. 100 tahun lagi pun mungkin kondisinya bakal seperti ini,” puji Ebbesmeyer.

Ebbesmeyer menduga arus laut menarik lempengan karet ini dari Spanyol, ke Amerika. Ada juga yang tersebar ke Laut Utara melewati Norwegia, Siberia lalu ke Selat Bering dan menuju Pasifik Utara.

3. Pabrik Tjipetir yang mendunia

Saat penjajahan Belanda, pabrik getah perca Tjipetir pernah mengalami masa jaya. Bahan baku lempengan karet itu dikirim ke seluruh dunia.

Diketahui Pohon karet di Sukabumi itu pertama kali ditanam sekitar tahun 1887. Butuh waktu 10-14 tahun sebelum bisa dipanen.

Bahan baku getah perca langsung dibawa ke pabrik pengolahan yang berada dalam satu komplek. Peralatannya terbilang modern pada masa itu. getah perca dicetak menjadi lempengan dan dikirim sesuai pesanan ke seluruh dunia. Tak lupa dicap ‘Tjipetir’.

Saat awal revolusi industri, kebutuhan getah perca ini terutama untuk bahan pembungkus kabel dan kebutuhan pabrik lain.

Kebanyakan teknisi di pabrik Tjipetir adalah bangsa Eropa, yang tinggal dalam vila-vila mewah. Sementara kuli-kuli kasar berasal dari bangsa Pribumi.

Hingga kini pabrik getah perca ini masih berproduksi walau tak sebesar masa jayanya semasa kolonial.

4. Kapitnleutnant Walther Schwieger

31 Mei 1917 sebuah kapal niaga Jepang Miyazaki Maru berlayar menuju London dari Yokohama. Belum sampai tujuan, mereka diserang dan dikaramkan oleh kapal selam U-88 milik Jerman.

Mizayaki Maru tenggelam 241,5 km sebelah Barat kepulauan Scillia. Tak jauh dari perairan Inggris dan Prancis. Saat itu kapal tersebut mengangkut bahan baku karet dari Tjipetir yang kemungkinan akan digunakan sebagai pembungkus kabel telegram di bawah laut.

Komandan kapal U-88 adalah Kapitnleutnant Walther Schwieger. Salah satu komandan kapal selam Jerman yang paling terkenal dalam sejarah.

Dikutip dari uboat.net, Pria kelahiran Berlin 7 April 1885 ini sukses menenggelamkan 49 kapal dan merusakkan 4 kapal lain selama perang dunia I.

Salah satu aksi Schwieger yang paling mengerikan adalah menenggelamkan kapal Lusitania. Hampir 1.100 penumpang tewas dalam serangan ini. Termasuk lebih dari 100 warga negara Amerika Serikat.

“Rakyat Inggris menjuluki Schwieger sebagai si pembunuh bayi,” tulis uboat.net.

Serangan atas Lusitania ini juga yang akhirnya meneguhkan niat AS untuk ikut terjun ke kancah peperangan dunia I melawan Jepang.

Schwieger juga tak selamat dalam perang. Dia meninggal 5 September 1917, saat kapal U-Boat 88 yang ditumpanginya terkena ranjau di perairan Prancis. Tak ada satu pun awak kapal selam itu yang selamat.