EQUITYWORLD FUTURES – Partai Demokrat akan menggelar kongres untuk memilih ketua umum baru. Kongres bakal digelar pada 2015.

Nama Susilo Bambang Yudhoyono terus disebut-sebut akan kembali maju dalam pemilihan ketua umum. Bahkan orang sekitar SBY mengklaim, banyak pengurus daerah meminta agar SBY kembali memimpin Demokrat.

Namun rencana SBY untuk kembali menakhodai Demokrat mendapatkan perlawanan sengit. Perlawanan datang dari internal Demokrat sendiri.

Siapa saja mereka, berikut ini ulasan merdeka.com, Jumat (19/12) tentang orang-orang yang berani melawan SBY:

1. SBY diminta tak serakah

Partai Demokrat akan menggelar kongres untuk memilih calon ketua umum periode 2015-2020. Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut-sebut bakal kembali maju lagi sebagai calon ketua umum, walaupun sebelumnya dia telah berjanji tidak akan mencalonkan diri.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Forum Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat Etty Manduapessy mengatakan, tidak ada alasan yang mendasar bagi SBY untuk mencalonkan diri lagi sebagai ketum Demokrat dalam kongres mendatang.

“Kalau sudah presiden 10 tahun istirahat saja, sudahlah, jadi panutan saja, tak perlu mencalonkan diri. Jangan serakah,” kata dia kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (12/12).

Etty mengaku risi mendengar SBY ingin kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Demokrat. Selama menjadi presiden dua periode dan memimpin Partai Demokrat, SBY dianggap gagal menjadikan partai lebih maju dan besar.

“SBY harus sadar pemilu 2014 Partai Demokrat anjlok jadi no 4 di bawah Partai Gerindra. SBY gagal sebagai presiden dan ketua umum partai,” tegas Etty.

2.SBY sudah tak tepat pimpin Demokrat

Lain halnya dengan salah satu pendiri Demokrat, Ahmad Mubarok. Dia menilai SBY sebagai seorang mantan presiden sudah tak pantas lagi menjadi ketua umum.

“Dinamika ada yang penjilat, ada yang objektif, ada yang ingin menempatkan Pak SBY di tempat lebih tinggi, karena ketum berarti di lapangan, kan mantan presiden maqom-nya sudah lebih tinggi lagi,” terang Mubarok.

Namun ketika ditanya, jabatan apa yang pantas diduduki oleh SBY selain ketua umum, Mubarok sulit menjawab. Dia hanya menilai jika sosok SBY cukup menjadi sumber inspirasi bagi kader Demokrat, bukan ketua umum.

“Yah sumber inspirasi,” katanya.

3. Marzuki siap duel lawan SBY

Politikus senior Partai Demokrat Marzuki Alie mengatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat pada kongres 2015 mendatang. Jika mendapatkan dukungan dari internal partai, ia bersiap bersaing dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya ini tut wuri handayani, manut-manut saja, yang penting baik untuk kader. Kalau memang itu yang terbaik, saya akan maju,” kata Marzuki.

Seperti diketahui, Marzuki pernah bertarung sebagai calon ketua umum dalam Kongres Demokrat pada 2010 lalu. Saat itu Marzuki bertarung melawan Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.

Namun saat itu Marzuki kalah. Kongres pada 2010, Anas yang terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat.

4. Loyalis Anas siap hadapi SBY di Kongres Demokrat

Politikus Demokrat Gede Pasek Suardika berniat maju jadi calon ketua umum di Kongres awal 2015 nanti. Dia tak khawatir meski nanti harus melawan incumbent Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga didesak maju.

Pasek mengungkapkan, pihaknya maju karena tak ingin ada oligarki di Partai Demokrat. Dia mencium ada gelagat pemaksaan terhadap DPC dan DPD untuk mendukung satu calon secara aklamasi di kongres.

“Respons terhadap upaya tidak demokratis untuk memaksa DPC dan DPD untuk membuat pernyataan bermaterai dan mendukung secara aklamasi calon tunggal yang akan maju,” kata Pasek saat dihubungi, Rabu (17/12).

Pasek yang juga kawan akrab Anas Urbaningrum ini mengaku mendapat laporan banyak pengurus DPC yang dipecat, diganti oleh pelaksana tugas demi memuluskan desain aklamasi untuk calon itu. Dia tak mau menyebut secara gamblang, siapa calon yang dimaksud itu.

“Respons terhadap fakta yang kita temukan, ternyata banyak sekali ketua DPC yang di-Plt-kan. Walaupun surat pemecatan itu tidak ditandatangani oleh Ketua Harian Syarief Hasan dan Sekjen Ibas. Padahal mereka itu adalah yang memilih SBY pada kongres sebelumnya. Saya sudah temukan puluhan,” terang dia.