EQUITYWORLD FUTURES – Front Pembela Islam (FPI) kian gencar menolak Basuki T Purnama (Ahok) menjadi gubernur DKI Jakarta. Sejumlah aksi digelar, bahkan hujatan-hujatan bernada kasar kerap dilancarkan.

Meski begitu tidak membuat nyali mantan bupati Belitung Timur itu ciut. Yakin posisinya sesuai dengan konstitusi, Ahok pun melawan sejumlah kritik ormas besutan Habib Rizieq Shihab tersebut.

Ahok tetap pada sikapnya bahwa FPI harus dibubarkan karena telah melanggar konstitusi. Bahkan dia sudah mengambil langkah meminta kepada Menkum HAM dan Mendagri untuk membubarkan FPI.

Aksi FPI yang terus berulang mendapat dukungan dari anggota DPRD, yakni M. Taufik dan Lulung Lunggana. Mereka ikut ambil bagian saat FPI menggelar aksi di Balai Kota DKI, kemarin.

Berikut perlawanan Ahok terhadap hujatan-hujatan FPI:

1. Ahok surati Mendagri dan Menkum HAM minta FPI dibubarkan

 

Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), akan mengirim surat ke Kemendagri dan Kemenkum HAM melaporkan demonstrasi yang kerap dilakukan FPI. Ahok mengaku sudah geram dengan aksi FPI yang kerap berujung anarkis setiap demo.

“Jadi FPI biar tahu pertama kali ada gubernur di Indonesia, Plt gubernur di DKI minta dia bubarkan. FPI jangan merasa di atas hukum. Ini negara hukum, ada konstitusinya kita, jadi enggak bisa menginjak-injak hukum seenaknya FPI. Ini anda diminta dibubarkan,” kata Ahok seraya menunjukkan surat laporannya buat Kemendagri dan Kemenkum HAM kepada awak media di Balai Kota, Jakarta, Senin (10/11).

Ahok mengatakan, surat itu hanya tinggal penomoran. Usai diberi nomor, Ahok segera mengirim dua surat tersebut ke pemerintah besok.

“Karena undang-undang ormas Menkum HAM dan Mendagri, saya hanya bisa sebatas ini. Kita lihat sejauh mana Menkum HAM bisa apa tidak (proses-red),” ucap Ahok.

Sebelum dirinya, menurut mantan bupati Belitung Timur itu, Kapolda DKI Jakarta pernah meminta FPI buat dibubarkan. Akan tetapi, Ahok tak mengerti kenapa rekomendasi itu hingga kini tak terwujud.

“Kapolda DKI juga pernah membuat surat membubarkan mereka dengan sikap anarkis seperti ini, kita sudah bosen bikin macet Jakarta saja teriak-teriak kebencian lagi,” katanya.

2. Ahok ancam balik Habib Rizieq: Saya bikin ketua FPI tandingan!

 

Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama cuek dengan pernyataan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akan membentuk gubernur tandingan. Ahok balik mengancam akan membuat dualisme di tubuh Ormas yang kerap bertindak anarkis tersebut.

“Saya juga mau bikin ketua FPI tandingan,” kata Ahok seraya menunjuk asistennya yang akan menjadi ketua FPI, usai Rapim di Balai Kota, Jakarta, Senin (10/11).

Sebelumnya, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menuding Mendagri Tjahjo Kumolo gegabah karena merekomendasikan DPRD DKI segera melantik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur DKI. Tidak hanya itu, Rizieq juga meminta fraksi oposisi DPRD DKI untuk menunjuk gubernur tandingan jika akhirnya Ahok jadi dilantik.

“Andaikata pemerintah melantik Ahok, kami minta bapak bapak di DPRD KMP tidak menerima pelantikan tersebut. Kami mendukung melantik gubernur tandingan, sampai ada rekonsiliasi sampai Ahok tidak bisa diterima,” ujar Rizieq.

3. Ahok nilai sikap FPI mempermalukan nama Islam

 

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak mau diam terlalu lama setelah terus ‘diserang’ Front Pembela Islam (FPI) yang menolak keras dirinya menjadi gubernur. Ahok segera mengirimkan surat rekomendasi pembubaran FPI ke Kemenkum HAM hari ini.

“Makanya saya siapkan surat, tadi saya kasih tahu biro hukum, kita kirim surat resmi ke Menkum HAM untuk merekomendasi sesuai UU Ormas, FPI dibubarkan dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan banyak gubernur, bupati, wali kota, berani ikut jejak saya. Hari ini kita mau kirim, mudah-mudahan langsung keluar (suratnya),” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (10/11).

Ahok menegaskan, posisinya sebagai gubernur sudah sesuai dengan konstitusi negara dan tak perlu dilawan dengan cara anarkis. Ahok bersikeras tetap akan membubarkan FPI karena sudah keterlaluan dan mempermalukan nama Islam.

“Kalau mau nolak saya jadi gubernur berarti kan melawan konstitusi, melakukan anarkis melawan konstitusi. Malahan menurut saya, sekolah Islam SD sampai SMP jelas Islam itu rahmatan lil alamin, bukan seperti yang dilakukan FPI.”

“Kalau lakukan seperti itu mempermalukan Islam, mempermalukan nama Islam. Enggak pantas FPI ada di Indonesia lagi sebetulnya,” imbuh Ahok.

4. Ahok: FPI tidak boleh ada di bumi Indonesia

 

Meski berkali-kali didemo Front Pembela Islam (FPI), Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak berunding dengan ormas Islam radikal itu. Ahok tetap pada sikapnya bahwa FPI harus dibubarkan karena telah melanggar konstitusi.

“Enggak ada perundingan. Kita mau bikin surat ke Kemenkum HAM untuk rekomendasi membubarkan FPI. Jadi jelas sikap kita bahwa FPI tidak boleh ada di bumi Indonesia karena melanggar konstitusi dan UUD 1945, Pancasila,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/11).

Ahok menegaskan, penolakan FPI terhadap dirinya hanya karena berbeda agama adalah hal yang aneh.

“Kalau menolak saya hanya karena alasan agama dan menyebarkan fitnah macam-macam, maka tidak layak FPI ada di bumi Indonesia. Ini statement saya sangat jelas,” tegas Ahok.

Seperti diberitakan, hari ini FPI yang dipimpin Ketua Umum Habib Rizieq Shihab kembali mendatangi DPRD DKI. Diterima Wakil Ketua DPRD M Taufik dan Abraham Lunggana, mereka meminta agar Ahok tidak dilantik sebagai gubernur DKI definitif. Bahkan, jika Ahok dilantik, Rizieq meminta DPRD juga melantik gubernur tandingan. Ironisnya, Taufik dan Lulung menyetujui sikap FPI tersebut.