EQUITYWORLD FUTURES – Kehebohan terjadi di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jatinegara-Bogor pada Rabu (7/1) kemarin. Ada teriakan beberapa orang penumpang yang menyebut kereta itu akan tabrakan.

Saat itu posisi kereta hanya beberapa meter jelang Stasiun Duren Kalibata. Jadi saja, penumpang panik sibuk menyelamatkan diri.

Di tengah suasana riuh itu, tiba-tiba saja seorang pemuda mengambil tabung gas pemadam api. Dia lantas memecahkan kaca untuk menyelamatkan diri.

Pria itu ternyata mahasiswa UI, bernama Putut (19). Meski bukan si provokator, aksinya memecah kaca membuat dirinya diamankan di Polsek Pancoran.

Berikut cerita di balik peristiwa pemecahan kaca KRL yang melibatkan mahasiswa UI itu:

1. Putut dengar tiga orang berteriak kereta akan tabrakan

Putut sempat diamankan petugas Polsek Pancoran terkait ulahnya memecahkan kaca KRL. Saat diperiksa, Putut mengatakan kejadian itu bermula ketika dirinya tengah naik kereta Jurusan Tanah Abang-Bogor, untuk menuju kampusnya di UI Depok, Jawa Barat.

“Saya naik kereta api mau ke kampus menjelang Stasiun Duren Kalibata kemudian ada orang yang teriak ada kereta yang tabrakan,” kata Putut kepada merdeka.com, di Polsek Pancoran.

Putut yang saat itu berada gerbong enam langsung panik usai mendengar teriakan tersebut. Mahasiswa semester satu jurusan Ilmu Politik ini pun langsung bergegas mencari tempat yang menurutnya aman menuju gerbong belakang.

“Kemudian anak saya mencari gerbong yang paling belakang untuk menyelamatkan diri karena panik itu,” timpal Topo (57) ayah Putut.

Di saat gerbong ketujuh itulah Putut memecahkan kaca menggunakan tabung pemadam kebakaran guna menyelamatkan diri.

Putut tak tahu siapa yang mengembuskan kabar itu. Seinget dirinya ada perempuan dan laki-laki.

“Ada tiga sampai empat oranglah yang teriak ada kereta mau tabrakan,” kata Putut.

2. Pecahkan kaca, Putut diamankan polisi

Putut memecahkan kaca dalam keadaan panik. Setelah kaca pecah, dia dan beberapa penumpang keluar menuju peron.

Dia sempat terdiam beberapa saat di salah satu sudut peron. Berniat melaporkan apa yang terjadi ke petugas keamanan di stasiun, Putut malah diamankan di Polsek Pancoran.

“Kami masih periksa dia sebagai saksi,” kata Kanit Reskrim Polsek Pancoran, AKP Rusdy Dalby, saat dihubungi merdeka.com.

Polisi belum bisa memastikan apakah suara yang didengar Putut benar adanya atau tidak. Sebab saat itu penumpang di atas kereta tak mendengarkan apapun sebelum Putut beraksi.

“Dia mengaku mendengar ada teriakan, padahal nggak ada orang yang teriak. Maka itu, sekarang kita mau selidiki dulu, kita belum berani terlalu jauh (menaikkan kasus),” tambahnya.

3. Kasus masih diselidiki, Putut tak ditahan

Polisi memeriksa Putut sejak Rabu sore hingga malam hari. Untuk mendalami peristiwa itu, Putut kembali diperiksa hari ini.

Meski demikian, dia tak ditahan.”Yang bersangkutan tak ditahan, alasannya dia masih perlu untuk kuliah dan lain-lain,” tambah Rusdy.