EQUITYWORLD FUTURES – Duet Joko Widodo dan Jusuf Kalla bersama 34 menterinya sudah hampir dua bulan menjalankan roda pemerintahan. Beberapa kebijakan dan rencana kerja dibuat demi mewujudkan misi sang presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Beragam persoalan menanti sentuhan cepat Jokowi-JK. Salah satunya yang jadi perhatian adalah ketergantungan Indonesia akan produk impor dari negara lain. Presiden Jokowi mengaku malu dengan kenyataan ini.

Kepala Negara menceritakan pengalamannya, menanggung malu ketika pertemuan ASEAN Summit. Saat itu Jokowi tengah berbincang dengan Presiden Myanmar Thein Sein. Tiba-tiba Presiden Myanmar bertanya pada Jokowi soal kemungkinan Indonesia membeli beras dari Myanmar.

“Saya malu banget ditanya ‘Presiden Jokowi, kapan beli beras saya lagi?’ Dalam hati saya bilang, tunggu saja nanti, kita ekspor beras baru tahu rasa,” ujar Jokowi saat memberikan kuliah umum di Balai Senat UGM, Selasa (9/12).

Itu baru satu dari sekian banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Seiring berjalannya roda pemerintahan, Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan beberapa menteri kabinet kerja mulai memasang target sebagai tolak ukur untuk indikator keberhasilan.

Targetnya tergolong tinggi. Merdeka.com mencatatnya, berikut paparannya.

1. Swasembada pangan

Presiden Joko Widodo menyampaikan target ambisiusnya dalam hal ketahanan pangan. Pemerintahan yang dipimpinnya bakal mencapai swasembada pangan sebelum lima tahun.

“Target kita dalam 3 tahun harus swasembada,” tegas Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (4/11).

Amabisi itu disampaikan kembali saat memberikan kuliah umum di UGM, Yogyakarta, kemarin. Untuk mencapai target tersebut, Jokowi mengaku telah memberikan instruksi langsung kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

“Fokus saja, kita putuskan ada sebelas provinsi, itu yang kita petakan sebagai wilayah potensial,” kata Jokowi saat memberikan kuliah umum di Balai Senat UGM, Selasa (9/12).

Kepala negara mengaku tak segan memecat Amran jika tak berhasil mewujudkan swasembada pangan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan.

“Saya pecat kalau tiga tahun tidak swasembada, ini yang dari UGM siap-siap saja antre jadi menteri pengganti,” tegasnya.

2. Swasembada gula

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berjanji akan membangun 10 pabrik gula baru di Pulau Jawa. Pembangunan pabrik baru tersebut sebagai solusi tercapainya swasembada gula di Indonesia. Pabrik baru tersebut akan dilengkapi dengan peralatan yang lebih modern dan efisien.

“Tidak ada cara lain, harus bangun pabrik gula baru, salah satunya di Sragen ini, agar swasembada gula bisa tercapai tercapai,” ujar JK di sela meninjau Pabrik Gula Modjo, Sragen, Jawa Tengah Jumat (5/12).

Menurut JK, selain membangun pabrik baru, upaya yang akan dilakukan pemerintah lainnya adalah dengan mengurangi impor gula dan menaikkan pendapatan petani. Menaikkan harga gula, lanjut JK hanya akan mempersubur penyelundupan. Kualitas gula, lanjut JK, juga harus ditingkatkan, agar masyarakat lebih memilih gula produksi dalam negeri. Caranya dengan meningkatkan rendemen dan produktivitas kebun.

“Ada dua solusi yang baik, naikkan rendemen dan kedua produktivitas kebun ditingkatkan. Kita harus punya program 110, yaitu 100 ton per hektare dan 10 persen rendemen. Ini harus kita jalankan ini,” ucapnya.

3. Swasembada daging sapi

Damico adalah sebuah sapi robot lengkap dengan vagina tiruan yang berfungsi sebagai pasangan black, sapi jenis unggulan yang diimpor dari Australia. Saat black melakukan hubungan badan, spermanya akan tertampung dalam sebuah tempat, yang kemudian menjadi bibit semen (mani) beku.

Sabtu (6/12), Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan langsung Damico dan Black yang sedang kawin di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang. Ada ratusan teman Black dari berbagai jenis sapi unggulan yang telah menghasilkan jutaan dosis semen beku. Saat itu, JK yang didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang menyaksikan proses produksi semen beku.

Usai menyaksikan perkawinan Damico dan Black di kandangnya, JK mengungkapkan keyakinannya kalau Indonesia tidak lama lagi akan swasembada daging sapi. Sekarang ini produksi sapi dalam negeri sedang disiapkan untuk mencapai angka satu juta ekor dalam satu dua tahun ke depan.

“Jika target itu bisa segera dicapai, tahun berikutnya pertumbuhan jumlah sapi lokal di Indonesia sebanyak satu juta ekor bisa didapat setiap tahunnya. Kalau sudah begitu, dua tiga tahun berikutnya kami sudah bisa swasembada,” kata JK.

4. Swasembada garam

Ketergantungan Indonesia akan garam impor membuat gerah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Besarnya alokasi anggaran dari pemerintah untuk pelatihan dan mendukung petani garam lokal sia-sia karena Indonesia saban tahun selalu mendatangkan garam impor.

Pemerintah sepakat mulai mengurangi volume impor garam tahun depan. Bahkan Susi yakin Indonesia bisa swasembada garam dalam waktu dekat. “Tahun depan kita berusaha akan mengurangi impor garam 25 persen dan dalam 3 tahun kita sudah bisa swasembada garam, Insya Allah,” tegasnya.

5. Bangun 24 pelabuhan

Sejak awal pemerintahan Jokowi-JK berjanji mengedepankan sektor maritim sebagai kekuatan pembangunan nasional. Salah satu proyek yang selalu didengungkan adalah tol laut yakni membangun serta merevitalisasi pelabuhan-pelabuhan sebagai sarana penghubung antar pulau.

Untuk mewujudkan mimpi itu, Presiden Joko Widodo berambisi membangun 24 pelabuhan dalam empat tahun pemerintahannya. Meski sempat diragukan kalangan dunia usaha, namun dia yakin yakin dapat memenuhinya.

“Kalau mimpi itu tinggi sekalian, mimpi kok setengah-setengah,” ujarnya saat acara CEO Forum di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (7/11).

Jokowi menegaskan sumber pendanaan proyek ini akan diambil dari dana APBN dan juga investasi pihak swasta maupun BUMN. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan pembangunan pelabuhan dapat menurunkan tingginya biaya logistik yang saat ini selalu dikeluhkan pelaku usaha. Tujuannya menurunkan disparitas harga produk di wilayah Timur Indonesia.

Jokowi mengatakan banyak investor yang antre ikut gabung membangun pelabuhan. Namun, kata Jokowi, lagi-lagi hal tersebut terkendala perizinan. “Banyak yang antri untuk bangun pelabuhan, tapi problemnya di perizinan,” ujarnya.

Jokowi ingin 24 pelabuhan yang dibangun terintegrasi antara deep sea port, industral zone dan power plant dalam satu tempat. Sehingga, orang-orang dapat berbondong-bondong ke lokasi karena jarak dekat.