EQUITYWORLD FUTURES – Worldwide Developers Conference (WWDC) berlangsung Senin (8/6/2015) di San Francisco. Pertemuan tahunan antara Apple dan para pengembang tersebut membahas rencana-rencana pengembangan software Apple ke depan.

Selama acara berlangsung, ada beberapa selentingan kabar yang terkonfirmasi. Adapula rumor-rumor baru yang menjadi teaser pengenalan sebuah aplikasi atau software. Berikut beberapa di antaranya.

1. OS X 10.11: El Capitan

The Next Web OS El Capitan

Senior VP Software Engineering Craig Federighi mengatakan, lebih dari 50 persen pengguna aktif Mac menggunakan OS Yosemite. Federighi sekaligus mengumumkan OS teranyar yang dinamai El Capitan.

Fitur baru yang tersemat di dalamnya mencakup beberapa gestur. Misalnya, dengan menggoyang, pengguna dapat memperbesar ukuran mouse. Adapula ikon speaker pada browser yang berfungsi mematikan volume suara musik dari situs yang dikunjungi.

El Capitan juga memungkinkan penggunanya membagi layar untuk beberapa tab. Hal ini sama seperti yang dilakukan Windows 10. Untuk grafiknya, OS X 10.11 mengusung metal 3D. Ini diklaim bakal memberikan pengalaman bermain game yang lebih mumpuni.

OS teranyar ini tersedia untuk pengembang mulai kemarin saat diperkenalkan. Versi beta untuk publik akan dirilis Juli mendatang. Sedangkan versi komersilnya direncanakan meluncur akhir tahun ini.

2. iOS 9

The Next Web iOS 9

Sejak awal, Apple menegaskan bakal fokus menggodok iOS 9 untuk menjaga kestabilan dan keamanan perangkat. Namun, selain kedua hal tersebut, iOS 9 juga menawarkan peningkatan signifikan pada asisten personal Siri.

Tak lagi sekadar lucu-lucuan, kali ini Siri menjadi lebih fungsional. Siri bisa mengingatkan pengguna akan hal-hal yang kerap luput dari ingatan.

Misalnya rekam jejak situs yang ingin kembali dikunjungi, atau mencocokkan data penelpon dengan nomor tak dikenal dengan kontak email. Siri juga bisa merekomendasikan aplikasi yang diperlukan pengguna berdasarkan rekam perilaku.

Khusus untuk iPad, iOS 9 mengakomodir beberapa gestur serupa dengan El Capitan. Di iPad, iOS 9 memungkinkan multitasking serupa Windows.

Untuk memutakhirkan perangkat ke iOS 9, kapasitas penyimpanan yang dikorbankan lebih efisien. Pada iOS 8, pengguna membutuhkan 4,48 GB. Sedangkan untuk menjajal iOS 9 pengguna hanya butuh 1,3 GB.

Sama seperti El Capitan, iOS 9 juga tersedia mulai kemarin khusus untuk pengembang. Versi publik betanya dirilis Juli mendatang.

3. Apple Pay

Kepala Divisi Apple Pay Jennifer Bailey mengumumkan bahwa layanan pembayaran ini bakal mendukung fitur ”Buy It” pada Pinterest.

Namun, ekspansi Apple Pay masih terbatas. Bulan Depan, Apple Pay baru akan melebarkan sayap ke Inggris.

4. Pemutakhiran pada Kit Apple

The Next Web Swift 2.0

Federighi juga mengemukakan beberapa dukungan baru untuk aplikasi Kit Apple. Ada pendeteksi hidrasi dan kesehatan reproduksi sebagai tambahan aplikasi HealthKit. Adapula Kit untuk pengempangan game dan alarm karbon monoksida pada HomeKit.

Selain itu, Federighi mengumumkan bahwa Swift 2.0 bakal segera meluncur. Fitur untuk bahasa pemograman tersebut bakal menjadi akses terbuka.

5. watchOS

The Next Web watchOS

Sebelum membahas sistem operasi khusus untuk arloji pintar ini, Apple terlebih dahulu pamer laporan penjualan aplikasi Watch di App Store. Hingga WWDC berlangsung, sudah 100 juta aplikasi diunduh oleh pengguna Watch.

Karenanya, Apple segera memutakhirkan sistem operasi Watch ke generasi kedua. Pengguna dapat merespons email, menonton video dan memanfaatkan aplikasi FaceTime langsung dari Watch.

Pengguna juga dapat meminta Siri memulai aplikasi Workout tanpa perlu menyentuh Watch. HomeKit juga bakal disematkan di Watch. Ke depan, pengguna dapat mengontrol temperatur rumah melalui pergelangan tangan.

Sama seperti iOS 9, watchOS 2 juga baru tersedia untuk para pengembang.

6. Apple Music

The Next Web Apple Music

Layanan musik teranyar dari Apple ini bisa dibilang jadi primadona di WWDC 2015. Apple secara resmi mengkonfirmasi layanan streaming tersebut berada di bawah naungan iTunes. Pengguna dapat mencari konten yang sesuai dengan kepribadian melalui “My Music” atau mencari lagu-lagu rekomendasi dalam opsi “For You”.

Apple Music bakal menanyakan preferensi musik pengguna untuk mengklasifikasikan lagi, artis dan playlist yang pas. Pengguna juga dapat menggulir pilihan “Hot Tracks”, “Recent Releases” dan “Top Charts”.

Siri juga bakal membantu memaksimalkan penggunaan Apple Music. Pengguna tinggal menyebut “Play me the top songs from 1982” atau “Play That Song from ‘Selma”, lalu Apple Music akan merespons sesuai keinginan pengguna.

Layanan musik ini bakal rilis 30 Juni mendatang dengan iuran 9,99 dollar AS perbulan atau setara Rp 132.000. Tersedia pula pilihan untuk keluarga dengan harga 14,99 dollar AS perbulan atau setara Rp 199.000 dengan jumlah anggota maksimal enam orang.