EQUITYWORLD FUTURES – Gelombang pemulangan para WNI dari Arab Saudi terus berlanjut. Pekan lalu, di tengah pemilihan walikota (pilwali) Surabaya, Rabu (9/12/2015), petugas Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya justru disibukkan dengan pemulangan WNI ke daerah asal.

Demikian Kepala LP3TKI Surabaya, Tjipto Utomo, dalam keterangannya, Senin (14/12/2015).
Sebanyak 99 orang dan 30 anak-anak Indonesia dipulangkan dari Arab Saudi. Berasal dari Jawa Timur, mereka adalah para WNI Overstayers (WNIO) atau melebihi batas waktu izin tinggal di luar negeri dan TKI Undocumented (TKI-U) atau tidak berdokumen resmi.

Mereka tiba di Kantor LP3TKI di Jl Raya Jemursari 99, Wonocolo, Surabaya, dalam tiga gelombang angkutan bus siang, petang, hingga tengah malam. Petugas memulangkan mereka dari Common Use Lounge (CUL) Help Desk BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI) di Terminal 2 Bandara Soekarno–Hatta, Tangerang, Banten, sejak Selasa (8/12/2015).

Tjipto mengatakan, pemulangan para WNI dari Arab Saudi itu masuk dalam gelombang 5 dan 6 yang totalnya mencapai 382 orang. Rincinya meliputi 296 orang dewasa, 82 anak-anak, dan 4 orang sakit yang dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Perwakilan RI di Arab Saudi memulangkan 382 orang WNIO/TKI-U tersebut ke Indonesia menggunakan pesawat GA 981 dan GA 983 pada Senin (7/12/2015) waktu Arab Saudi. Setibanya di CUL Help Desk BNP2TKI di Terminal 2 Bandara Soekarno–Hatta diserahterimakan oleh Gatot Abdullah Mansyur, Satgas Percepatan Pemulangan WNIO/D TKI-U Kemenlu, kepada BNP2TKI melalui Bambang Herawan, Kepala BP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI) Serang.

Setelah didata ulang, para WNI tersebut dipulangkan atas biaya BNP2TKI ke daerah asal masing-masing. Untuk kepulangan mereka dari Bandara Soekarno–Hatta ke daerah asal DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menggunakan transportasi dengan mobil travel.

Adapun untuk kepulangan ke daerah asal Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menggunakan bus Damri dan Safari Dharma Raya. Sementara itu, upaya pemulangan WNI tersebut ke daerah asal Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawrsi dan Kalimantan menggunakan pesawat udara.

Seperti diketahui, pemulangan para WNI dari Arab Saudi dan juga Malaysia ke tanah air itu masuk dalam Program Pemulangan WNI-O/TKI-U Tahun 2015 yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui program “Indonesia Memanggil”. Jumlahnya diperkirakan mencapai 1,8 juta orang dari berbagai negara di dunia