EQUITYWORLD FUTURES – Mantan petinggi Asosiasi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dituduh telah menerima suap dari pejabat sepak bola Afrika Selatan agar negaranya terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Afrika Selatan disebut mengeluarkan uang senilai lebih dari 10 juta dollar AS, serta menyerahkan tas berisi setumpuk uang kertas sebesar 10.000 dollar AS kepada salah satu petinggi FIFA untuk mewujudkan keinginannya itu.

Hal ini terungkap dalam dakwaan terhadap Jack Warner (72), mantan wakil presiden FIFA dan mantan mantan presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah dan Karibia (CONCACAF), oleh aparat hukum Amerika Serikat, di New York, Rabu (27/5/2015) waktu setempat.

Dilansir dari AFP, Kamis (28/5/2015) pagi, Jaksa Agung AS Loretta Lynch mengatakan, pejabat Afrika Selatan menyerahkan tas yang berisi uang suap itu di Paris, Perancis. Kemudian, Jack Warner mengambil uang itu untuk memenangkan Afrika Selatan sebagai negara Afrika pertama yang menyelenggarakan Piala Dunia.

Dalam dakwaan disebut bahwa Warner menggunakan “porsi substansial” dari uang itu untuk kepentingan pribadi.

Dokumen itu mengisahkan, kisah bermula saat Warner dan keluarganya menjalin hubungan dengan pejabat sepak bola Afrika Selatan sejak awal 2000. Ketika itu, Afrika Selatan sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Namun, saat itu Afrika Selatan gagal dan Jerman terpilih sebagai tuan rumah.

Warner, menurut dakwaan, kemudian memerintahkan seorang perantara untuk terbang ke Paris. “Dan menerima tas berisi mata uang AS dalam tumpukan 10.000 dolar di sebuah kamar hotel,” tulis dakwaan tersebut.

Perantara itu, yang diidentifikasi dalam dakwaan sebagai “ko-konspirator 14″, kemudian terbang pulang ke Trinidad dan Tobago beberapa jam setelah menerima tas. Setelah itu tas diserahkan ke Warner, yang juga merupakan mantan menteri keamanan Trinidad dan Tobago.

Dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2010 yang diselenggarakan pada 2004, perwakilan dari Maroko juga disebut dalam dakwaan telah menawarkan untuk membayar Warner sebesar 1 juta dollar AS agar terpilih. Namun tidak dijelaskan apakah tawaran ini diterima atau ditolak.

Warner, menurut dakwaan, kemudian menginformasikan kepada Chuck Blazer, mantan anggota komite eksekutif FIFA lainnya, mengenai “penawaran” Afrika Selatan. Saat itu, Warner memberi tahu Blazer bahwa Afrika Selatan menyiapkan 10 juta dollar agar terpilih.

Dalam kasus ini Blazer dituduh dijanjikan 1 juta dollar dari suap tersebut. Namun, pejabat FIFA asal AS itu disebut tidak pernah menerima pembayaran secara penuh. Blazer hanya mendapat sekitar 750.000 dollar AS dari Warner, dalam pembayaran yang dilakukan sejak 2008 hingga Mei 2011.

Blazer telah mengaku bersalah. Dia mengaku terlibat konspirasi pemerasan, konspirasi penipuan kawat, konspirasi pencucian uang, penggelapan pajak, dan kegagalan dalam mengajukan Laporan Bank Asing dan Akun Keuangan.

Selanjutnya, kabel resmi FIFA menyebut, memang ada total dana 10 juta dollar yang ditransfer pada Januari dan Maret 2008 dari akun FIFA di Swiss ke New York. Saat itu, menurut dakwaan, dana itu masuk ke akun yang dikendalikan oleh Warner.

“Tak lama setelah mendapatkan transfer kawat itu, terdakwa Jack Warner menggunakan sebagian besar dari dana yang dialihkan untuk penggunaan pribadi,” tulis dakwaan.

Warner meninggalkan FIFA pada 2011 setelah diskors oleh komite etik yang menyelidiki kasus korupsi.