EQUITYWORLD FUTURES – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa bangga ketika temannya berpendapat positif tentang pembangunan RSUD Pasar Minggu.

Menurut Basuki, temannya mengira pembangunan RSUD pertama di Jakarta Selatan itu merupakan pembangunan RS swasta.

“Kalau dari penampakan luar, pembangunan (RSUD Pasar Minggu) bikin bangga. Teman saya sampai bilang, ‘eh Hok (Basuki), di Jakarta Selatan ada RS Gleneagles ya dibangun, hebat banget‘,” kata Basuki, di RSUD Koja, Selasa (10/11/2015).

“Saya bilang, ‘Enak aja, itu RSUD Pasar Minggu’. Terus dia bilang, ‘Oh itu RSUD ya? Masa? Bagus sekali RSUD kamu’,” kata Basuki menirukan pembicaraan dengan temannya.

Ahok, demikian Basuki biasa disapa, menargetkan penambahan ranjang di RSUD capai 1.500 buah.

Bahkan, Basuki menjanjikan bakal mengalokasikan anggaran hingga Rp 3,7 triliun bagi dokter, perawat, dan bidan.

Mereka wajib melakukan tindakan preventif promotif kepada warga Jakarta. Selain itu, harus ada perbaikan tarif bagi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

“Harusnya BPJS bayar orang berdasarkan sertifikat dokter bukan standar rumah sakit. Tapi saya sudah sudah ngomong sama Menkes dan Dirut BPJS, hal itu tidak pernah bisa dilakukan,” kata Basuki.

RSUD Pasar Minggu berlokasi di Jalan TB Simatupang No 1, RT 05 RW 01, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumah sakit ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan dan memiliki 12 lantai dan satu basement.

Luas rumah sakit ini 2,5 hektar persegi. Nantinya akan ada 498 tempat tidur yang tersedia di sana.  RSUD Pasar Minggu termasuk dalam rumah sakit tipe B sehingga fasilitas yang ditawarkan setara dengan RSUD Pasar Rebo, RSUD Koja, dan RS Budhi Asih.

Namun, rumah sakit yang sudah mulai dibangun sejak 2013 ini memiliki keunggulan di layanan geriatri, pediatri, dan radioterapi.