EQUITYWORLD FUTURES – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada pagi ini menyampaikan pengarahan kepada para siswa SMA 30 Jakarta, di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016).

Pengarahan disampaikan sekaligus untuk memantau pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional 2016. Pada kesempatan itu, Ahok, sapaan Basuki, sempat mendoakan para pelajar agar bisa sukses ke depannya.

Kepada para pelajar yang memiliki cita-cita jadi pejabat, ia mendoakan bisa menjadi pejabat jujur yang tidak menerima suap.

“Jadilah pejabat yang jujur, tidak menerima suap. Saya harap kalian melebihi bapak. Mudah-mudahan bisa jadi presiden,” kata Ahok yang langsung diamini oleh para pelajar. (Baca: Pesan Kejujuran Ahok Dimaknai oleh Siswa SMAN 30 untuk Hadapi UN)

Ahok kemudian menegaskan mengenai pentingnya mengambil keputusan. Ia menyebut keputusan tidak boleh tidak segera diambil hanya karena adanya keraguan. Karena keputusan harus segera diambil. Yang penting, keputusan itu bersandar pada kebenaran.

“Lebih baik membuat keputusan salah, daripada tidak membuat keputusan atau menunda keputusan. Setiap keputusan ada konsekuensinya. Yang penting, Anda sadar ini dilakukan untuk kepentingan orang banyak,” ujar Ahok.

Ia mencontohkan pernyataan yang yang disebutnya pernah disampaikan mantan presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln. Menurut dia, Lincoln pernah menyatakan ‘saya tidak peduli saya ada di pihak Tuhan atau tidak’.

Menurut Ahok, pernyataan Lincoln itu dapat ditafsirkan ‘saya tidak peduli orang menganggap saya benar atau salah. Yang terpenting, kepedulian saya yang terbesar adalah ketika Tuhan ada di pihak saya, karena Tuhan tidak pernah salah.’

“Tapi kalau kita memaksa Tuhan agar berpihak pada kita, itu bisa salah. Karena kita bisa memaksakan kehendak kita, lalu menggunakan Tuhan untuk membenarkan kita,” ucap Ahok.

Pelaksanaan Ujian Nasional pada tahun ini akan diawali dengan ujian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk tingkat SMA, ujian akan berlangsung selama 6 hari, tepatnya pada 4,5,6,7, 11, dan 12 April 2016.