EQUITYWORLD FUTURES – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dirinya mantap maju melalui jalur independen meskipun ada beberapa partai politik yang memberi sinyal akan mendukungnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017, seperti Partai Hanura, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Partai itu, kata Basuki, hanya mendukung seperti Partai Nasdem. Sementara itu, dia tetap maju melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya, Teman Ahok.

“Ya saya sudah 100 persen independen karena Teman Ahok adalah orang-orang yang percaya bahwa demokrasi berjalan baik buat negara kita, tetapi mereka kurang percaya pengurus partai,” kata Basuki di Balai Kota, Kamis (17/3/2016) malam.

Jika dijumlahkan, total kursi di DPRD DKI Jakarta yang mendukung Basuki mencapai 23 kursi, yakni Nasdem dengan 5 kursi, Hanura dengan 10 kursi, PAN dengan 2 kursi, dan PKB dengan 6 kursi. (Baca: Ahok Beri Sinyal Dirinya Juga Akan Didukung oleh PAN dan PKB)

“Tetap kalau dukungan menjadi 23 kursi pun, tetap kami akan pakai independen untuk menghargai Teman Ahok. Semua partai pendukung sudah tahu kok,” kata Basuki.

Karena itu, Teman Ahok tetap harus mengumpulkan hingga satu juta fotokopi KTP. Sebab, pencalonan independen ini merupakan sebuah gerakan masyarakat.

Kemudian, bagaimana jika Teman Ahok gagal mencapai target pengumpulan satu juta fotokopi KTP? Sebab, dukungan untuk Basuki di DPRD sudah mencukupi untuk diusung melalui partai politik.

“Nah, itu yang kami enggak tahu. Itu lihat Teman Ahok, nanti seperti apa. Kami enggak tahu,” kata Basuki.