EQUITYWORLD FUTURES – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai,  pulau G merupakan pulau yang pengerjaannya paling rapi dibanding pulau-pulau reklamasi yang lain di Teluk Jakarta.

Karena itu, ia menilai tak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk menghentikan pembangunan pulau yang dibangun PT Agung Podomoro Land (APLN) itu.

“Justru yang paling rapi pengerjaan itu pulau G. Yang paling ikut aturan sama yang motong pulau semua pulau G,” kata Ahok di Balai Kota, Selasa (12/7/2016).

Menurut Ahok, keputusan Kementerian Koordinator Maritim yang menyatakan terjadi banyak pelanggaran dalam pembangunan pulau G tidak berdasar. Sebab, ia menyebut pembangunan pulau G sudah mematuhi segala macam peraturan, terutama yang menyangkut keberadaan kabel di bawah laut.

“Jadi kecil pulau G, cuma 100 hektare. Nah dulu kan semua 400, 500 itu karena ada lewatin jalur pipa gas dan pipa listrik, jadi dipotong,” ujar dia.

Kementerian Koordinator Maritim telah memutuskan untuk menghentikan reklamasi Pulau G. Dengan demikian, semua pembangunan di pulau tersebut tidak bisa dilanjutkan kembali. Keputusan itu diambil dalam rapat kordinasi antara Menko Maritim Rizal Ramli, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi DKI pada 30 Juni lalu.

Dalam rapat itu, Rizal mengatakan reklamasi Pulau G dihentikan karena banyak pelanggaran. Salah satunya, pembangunan pulau tersebut berada di atas kabel-kabel PLN. Selain itu, pembangunan Pulau G disebut mengganggu akses perahu para nelayan.

Pelanggaran lainnya adalah teknis pembangunan pulau yang dinilai serampangan dan berpotensi merusak biota laut. – Equity world Futures