EQUITYWORLD FUTURES – Masih segar diingatan kita, pesawat AirAsia QZ8501, Minggu 28 Desember 2014 lalu mengalami kecelakaan di perairan Pangkalabun, Kalimantan Tengah. Bahkan upaya evakuasi dari Basarnas dibantu pihak asing, hingga saat ini masih berlangsung. Akibat musibah tersebut Kementerian Perhubungan membekukan rute Surabaya-Singapura.

Meski musibah kecelakaan belum usai, tak menyurutkan langkah maskapai asal Malaysia itu untuk terus mengepakkan sayap bisnisnya di Indonesia. Dalam waktu dekat, AirAsia akan membuka dua rute dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo. Kedua rute tersebut akan dilayani mulai akhir Januari 2015. Rute Solo-Bali dan Solo-Singapura.

AirAsia akan membuka dua rute sekaligus. Rute Solo-Bali dibuka 28 Januari, 29 Januari gantian rute Solo-Singapura yang akan dibuka, ujar Asisten Manager Operasi PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Rini Tri Rahayu Hastuti, Minggu (11/1).

Menurut Rini, kedua rute tersebut akan beroperasi tiga kali dalam sepekan. Ia mengatakan semua persyaratan administrasi sudah dipenuhi pihak AirAsia, termasuk slot jadwal penerbangannya. Dengan adanya pembukaan dua rute baru ini, Rini berharap operasional di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo akan semakin ramai.

“Kami berharap akan semakin ramai, akan ada lagi maskapai penerbangan lain melakukan hal yang sama. Semoga dapat mendongkrak pendapatan Adi Soemarmo yang kini masih mengalami kerugian,” katanya.

Rini mengemukakan, meskipun Adi Soemarmo mempunyai fasilitas operasional bandara internasional terbaik di Jateng, dibandingkan Semarang dan Yogyakarta, serta kerap kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah, namun aktivitas penerbangannya justru paling minim.