EQUITYWORLD FUTURES – Kepemimpinan Presiden Joko Widodo diuji dengan adanya kisruh KPK dan Polri. Jokowi pun diminta melakukan terobosan hukum atas upaya kriminalisasi terhadap KPK.

Hubungan KPK dan Polri kembali memanas setelah Komjen Budi Gunawan dijadikan tersangka dugaan transaksi mencurigakan dan rekening gendut. Padahal Budi adalah polisi yang ditunjuk Jokowi menjadi Kapolri.

Tak lama berselang Polisi menetapkan Bambang Widjojanto menjadi tersangka. Wakil ketua KPK itu dituding mengarahkan saksi memberi kesaksian palsu saat sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi, pada 2010.

Aroma balas dendam kental terasa. Gesekan ini dikhawatirkan semakin parah seperti kasus Bibit-Chandra, mantan pimpinan KPK dan Kompol Novel Baswedan. Jokowi pun diminta turun tangan menyelesaikan kasus ini.

KontraS sempat menyindir Jokowi setelah pidatonya di Istana Bogor mengenai kisruh Polri dan KPK. KontraS menilai pidato tersebut membuktikan Jokowi lemah dan tidak mempunyai kekuasaan pada persoalan ini.

“Jawaban Jokowi di Istana Bogor itu menggambarkan kualitas dia. Orang sudah bergerak, situasi sudah genting, statement kok gitu. Jokowi enggak paham, apa enggak berani,” sindir Koordinator KontraS Haris Azhar di Eatology, Sabang, Jakarta Pusat, Minggu (25/1).

Haris menilai, Jokowi seperti tak punya kuasa apapun di Istana Negara. Dia menggambarkan Jokowi hanya tukang stempel kepentingan orang dan politik di Istana.