EQUITYWORLD FUTURES – Para milisi kelompok militan Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) menguasai sebuah bandar udara di Yaman selatan. Informasi ini diungkap sejumlah pejabat, dilansir dari BBC, Jumat (17/4/2015).

Pasukan yang menguasai daerah di kota pelabuhan besar Mukalla, di provinsi Hadramaut, telah melarikan diri.

AQAP menggunakan kekacauan di negara itu dengan menyerbu Mukalla pada permulaan bulan ini dan membebaskan para tahanan di penjara. Milisi AQAP juga dilaporkan menguasai sebuah pelabuhan laut dan terminal minyak di Yaman selatan.

AQAP merupakan salah satu dari beberapa faksi yang sedang bertarung untuk mengendalikan Yaman. AQAP yang berakar Islam Sunni merupakan musuh bebuyutan dari kelompok Houthi, yang beraliran Syiah, dan secara luas diyakini telah didukung Iran.

Konflik dan kekacauan di Yaman semakin meluas setelah koalisi pimpinan Saudi mengebom kelompok Houthi, yang bergerak maju untuk menguasai lebih banyak wilayah di negara itu. Meski begitu, koalisi pimpinan Saudi juga berusaha mengendalikan Yaman dan menumpas kelompok AQAP.

Houthi memasuki ibu kota Sanaa pada bulan September lalu. Aksi ini akhirnya memaksa Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi untuk melarikan diri ke luar negeri.

Sementara serangan pihak koalisi berlanjut terhadap kelompok Houthi, Wakil Presiden Yaman, Khaled Bahah, mengatakan pihaknya tidak menginginkan serengan darat pimpinan Saudi.

Memang muncul spekulasi operasi darat akan dilancarkan, karena sampai sejauh ini berbagai aksi tidak berhasil menghentikan para pemberontak.

Sebelumnya dilaporkan Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Jamal Benomar, mengundurkan diri dari jabatannya setelah muncul kecaman karena kegagalannya menjadi penengah usaha mengakhiri konflik.