EQUITYWORLD FUTURES – Senin (16/11/2015), rombongan peserta famtrip yang diundang Badan Pariwisata Spanyol yang terdiri dari media Indonesia dan Malaysia tiba di kota Malaga.

Di jadwal hari itu tertulis pukul 15.00: Visit Alhambra Palace and City.

Selama ini, sebagian besar peserta famtrip hanya mendengar nama Alhambra adalah bangunan istana peninggalan kejayaan Islam di Spanyol yang sangat indah.

Lokasinya di bukit La Sabica setinggi 150 meter di atas permukaan laut.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Menu santap siang berupa salad dengan salmon ditambah potongan tomat di Hotel Alhambra Palace, Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015).

Alhambra yang dalam bahasa Arab, al-hamra berarti “merah” ini merupakan sebuah benteng sekaligus istana yang megah yang didirikan oleh bangsa Moor yang berasal dari Afrika Utara pada tahun 1238-1358.

Istana berwarna merah kalau dilihat dari kejauhan itu membuat kami penasaran untuk segera tiba di sana dan menyaksikannya langsung.

Sebelum berkunjung ke Alhambra, rombongan makan siang dulu di Hotel Alhambra Palace, tak jauh dari Istana Alhambra. Hotel yang beroperasi sejak 1910 ini meniru persis bangunan Istana Alhambra.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pemandangan kota Granada, Spanyol, dari Hotel Alhambra Palace, Senin (16/11/2015).

Menu santap siang terdiri dari salad dengan salmon ditambah potongan tomat. Selanjutnya sop. Tak ketinggalan disajikan paella, makanan khas Spanyol yang terdiri dari ayam, siput, asparagus, paprika, dan cumi. Selanjutnya es krim sebagai hidangan penutup.

Yang sangat terkesan saat santap siang di Hotel Alhambra Palace adalah pemandangan siang itu yang sangat menawan. Ketika jendela dibuka, segera mengalir angin sejuk Granada ke dalam ruangan.

Sementara di kejauhan menjulang pegunungan dengan warna putih salju di atasnya. “Itu Sierra Nevada, 27 kilometer dari sini, tempat bermain ski saat musim dingin,” kata salah seorang staf hotel.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pintu gerbang Alhambra di Kota Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015).

Lengkap sudah, makan siang sambil menikmati pemandangan alam sekitar. Selanjutnya, acara utama sudah menunggu, mengunjungi Alhambra.

“Kita jalan kaki ke sana, dekat kok. Tinggal menelusuri jalan depan hotel,” kata Daniele Grammatico, pemandu wisata rombongan famtrip dengan ramah.

Sebelum memulai perjalanan, Daniele membagi-bagikan alat untuk memudahkan peserta mendengarkan penjelasannya seputar Alhambra. Sambil berjalan santai di bawah pepohonan rindang, Daniele memberikan keterangan keberadaan Istana Alhambra.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Daniele Grammatico, pemandu wisata di Istana Alhambra, Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015).

Seperti anak TK, kami pun mengikuti langkah Daniele mendekati Istana Alhambra. “Alhambra memiliki tiga fungsi. Pertama sebagai benteng pertahanan, kedua sebagai istana, dan ketiga sebagai kota kecil,” kata Daniele.

Tak sampai 15 menit berjalan kaki, akhirnya kami tiba di depan pintu gerbang Istana Alhambra.

Pintu gerbang Alhambra begitu kokoh dan tebal. Wajar saja karena pada zaman dahulu sering terjadi perebutan wilayah yang harus diawali dengan peperangan.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Alhambra, istana dan juga benteng di Kota Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015). Alhambra merupakan destinasi wisata favorit wisatawan saat melancong ke Granada.

“Ayo cepat masuk, raja sudah menunggu kedatangan kita,” canda Daniele kepada peserta yang masih sibuk motret sana motret sini.

Memasuki pintu gerbang, pengunjung Alhambra terbilang sepi. Namun saat tiba di dalam, ternyata destinasi wisata ini sudah dipenuhi wisatawan.

Menurut Daniele, pengunjung Istana Alhambra sengaja dibatasi agar tidak membeludak. “Sekitar 8.000 wisatawan mengunjungi Alhambra setiap hari,” sambung Daniele.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Taman singa di Istana Alhambra, Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015).

Wajah-wajah Eropa dan Asia begitu terlihat pada raut muka wisatawan yang datang. Mereka sibuk mengamati bangunan istana dan benteng nan megah tersebut.

Ada yang sibuk berfoto, ada yang duduk-duduk di taman. Semua mata memandang kagum terhadap obyek wisata di Spanyol selatan ini.

Suara pemandu wisata dalam bahasa Korea dan Jepang saling bersahut-sahutan. Menurut Daniele, wisatawan Asia mulai ramai datang ke Granada. “Makanya di Granada ada guide khusus bahasa Korea dan Jepang,” katanya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Kubah di Istana Alhambra, Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015).

Data tahun 2013 menyebutkan, Granada yang memiliki penduduk sebanyak 924.550 jiwa dibanjiri wisatawan sebanyak 2.387.194 orang. Perinciannya, sebesar 59 persen berasal dari wisatawan domestik dan 41 persen adalah wisatawan mancanegara.

“Lima besar penyumbang turis mancanegara adalah Perancis, Jepang, Amerika Serikat, Inggris dan Jerman,” kata Cárcel Baja, dari Badan Pariwisata Granada.

Kembali ke Alhambra, memasuki istana ini, tataplah setiap dinding yang dilewati, betapa dinding itu memiliki arti dengan tulisan Arab.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Istana Alhambra, di Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015).

Tiang-tiang terlihat kokoh, belum lagi kubah-kubah yang begitu detail dibentuk. Sungguh rumit sekaligus indah. Membayangkan hal itu, betapa hebatnya para perancang istana ini berkarya pada masa silam.

“Warna-warna yang hadir melambangkan kehidupan menurut Alquran. Ada warna merah untuk darah, hijau untuk bumi dan tanaman, biru untuk langit, ditambah warta emas melambangkan kekayaan,” sambung Daniele.

Hal yang menarik dalam Istana Alhambra adalah adanya hausyus sibb atau taman singa yang dikelilingi pilar-pilar marmer.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Taman di Istana Alhambra, Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015).

Dinamakan taman singa karena terdapat 12 patung singa melingkari sebuah kolam dan dari mulut singa-singa tersebut memancarkan air. “Hati-hati, dilarang menyentuh tiang-tiang marmer itu. Ini masih asli,” kaya Daniele.

Penjagaan di taman singa terlihat begitu ketat. Petugas benar-benar membatasi jumlah wisatawan yang ingin mendekati taman singa itu. Sesuatu yang wajar, wisatawan begitu penasaran.

Mereka mendekat untuk melihat dengan lebih jelas juga sekaligus berfoto dengan latar belakang singa.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Alhambra, istana dan juga benteng di Kota Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015). Alhambra merupakan destinasi wisata favorit wisatawan saat melancong ke Granada.

Saat keluar istana, wisatawan akan dibuat takjub dan terpana oleh kebun-kebun yang tertata rapi, bunga-bunga bermekaran dan enak dipandang mata.

Tak aneh, jika wisatawan berlomba-lomba untuk mengabadikan tempat ini lewat kamera mereka. Berfoto dengan latar belakang kebun ini sudah pasti merupakan kesempatan yang tak boleh terlewatkan.

Sementara pintu luar istana, pengunjung masih tetap ramai. Mereka duduk-duduk, ngobrol dan bersenda gurau.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan di Istana Alhambra, Granada, Spanyol, Senin (16/11/2015). Alhambra merupakan destinasi wisata favorit wisatawan saat melancong ke Granada.

Itulah daya tarik Alhambra. Bangunan yang terdaftar sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1984 ini ternyata merupakan andalan pariwisata Granada menarik turis mancanegara.