Pemerintah Korea Selatan kemarin telah mengumumkan kesepakatan kerjasama dengan pemerintah benua Eropa untuk mengembangkan jaringan internet dengan kecepatan jauh melebihi 4G.

Teknologi jaringan wireless generasi kelima atau yang dikenal dengan 5G siap digodok oleh pemerintah Korea Selatan dan Uni Eropa untuk mengeluarkan regulasi berskala global tentang kapabilitas jaringan 5G.

Regulasi tersebut akan mengatur standar komunikasi teknologi berbasis internet dalam lingkup jaringan 5G serta layanan ICT untuk media penyimpanan awan seperti iCloud milik Apple.

AndroidCentral (16/6) mengutarakan jika bergabungnya Uni Eropa dalam riset jaringan 5G bermaksud untuk meningkatkan partisipasi dalam pembuatan teknologi terbaru di dunia yang telah lama ditinggalkan oleh pemerintah Benua Biru sejak kelahiran GSM pada tahun 90an di Finlandia.

Pihak Uni Eropa juga telah menggelontorkan dana hingga hampir Rp 1 triliun untuk pengembangan jaringan 5G. Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi para perusahaan teknologi yang juga tergabung dalam proyek 5G seperti Samsung dan LG.

Uni Eropa memilih Korea Selatan karena negeri Ginseng dipandang sebagai negara dengan perusahaan-perusahaan teknologi paling gencar menyuarakan penggunaan jaringan 5G. Korea Selatan juga menjadi negara pertama yang menggunakan teknologi jaringan 4G LTE-A.

Bahkan beberapa operator Korea Selatan seperti KT, KS Telecom, dan LG Uplus rela mengorbankan USD 1,57 miliar untuk investasi jaringan 5G 7 tahun ke depan. Dengan investasi miliaran dolar tersebut, ketiga operator itu berharap bisa menjadi yang pertama memberikan layanan jaringan internet dengan kecepatan maksimal 10 Gbps.