EQUITYWORLD FUTURES – Wartawan Suara Karya Wisnu Bangun (62) mengalami percobaan penganiayaan di dalam Gedung DPRD Kabupaten Serang, oleh Ari yang diketahui merupakan teman dari Fahmi Hakim, anggota DPRD Kabupaten Serang dari fraksi Golkar. Dalam kejadian di dalam ruang gedung dewan, Ari mencoba menyerang Wisnu dengan memukul dan menendang secara membabi buta hingga pakaian yang dikenakan korban rusak.

Berdasarkan Informasi yang di himpun, Keributan itu bermula sejak Ari dan Wisnu bertemu di area parkir mobil Gedung DPRD Kabupaten Serang. Wisnu yang melihat lahan parkir penuh berusaha mundur untuk memutar kendaraan dan mencari tempat parkir lainnya.

Pada saat mundur itulah, mobil milik Ari masuk dan tepat berada di belakang mobil Wisnu. Kemudian Wisnu meminta Ari agar mundur karena mobilnya terhalang. Menanggapi Wisnu yang memintanya mundur, Ari malah memaki wisnu dengan nada keras. “Ngapain lu nyuruh-nyuruh gua? Memang gua hidup dari lu,” kata Wisnu menirukan Ari, Rabu (14/1).

Setelah itu, Teman Ari turun dari mobil dan meminta maaf kepada Wisnu sekaligus membujuk Ari untuk mundur. Wisnu pikir persoalan sudah selesai karena kedua mobil juga sudah dapat tempat parkir.

Ternyata, saat Wisnu berbincang dengan Fahmi Hakim di dalam gedung DPRD Banten, Ari yang diketahui merupakan anak dari mantan ketua DPRD Kabupaten Serang Edi Mulyadi menghampiri dan langsung menarik lengan kemeja Wisnu hingga robek. Ari pun berusaha memukul dan menendang Wisnu dengan membabi buta.

“Untung saja kedua temannya memegangi Ari hingga saya tidak terkena pukulan dan tendangannya. Tapi kemeja saya robek lengan kanannya,” kata Wisnu.

Mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan upaya penganiayaan seperti itu, Wisnu kemudian mendatangi Mapolres Serang untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya tersebut.

Fahmi Hakim anggota DPRD Kabupaten Serang dari fraksi Golkar yang menyaksikan kejadian tersebut menbenarkan tindakan yang dilakukan pelaku. “Iya benar, saya pas lihat juga langsung misahin,” kata Fahmi saat di hubungi melalui telepon selulernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Arrizal Samelino ketika dikonfirmasi membenarkan kedatangan Wisnu Bangun yang berniat melaporkan dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh Ar. “Namun dari keterangan korban, diketahui perbuatan itu belum mengarah kepada tindak pidana. Laporan itu, tentunya akan keterima dan akan kita dalami dengan memeriksa saksi-saksi,” ujar Kasat saat dihubungi melalui telepon.