EQUITYWORLD FUTURES – Harga emas melandai di sesi Asia pada Rabu pagi, setelah investor menyimpan amunisinya jelang voting Inggris Raya di minggu ini apakah akan tetap atau tidak di Uni Eropa.

Di divisi Comex Bursa Perdagangan New York, emas untuk pengiriman Agustus turun 0,14% pada $1,270.75 per troy ounce.

Perak untuk pengiriman Juli turun 0,25% menjadi $17,275 per troy ounce, sementara tembaga berjangka untuk pengiriman Juli melemah 0,61% ke $2,112 per pon.

Semalam, emas turun tajam di tengah dolar yang menguat, setelah ketua Federal Reserve Janet Yellen menegaskan pada hari Selasa kemarin bahwa bank sentral AS akan mempertahankan pendekatan hati-hati dengan penyesuaian suku bunga di masa depan, menghasilkan sedikit reaksi dari pasar ekuitas global, mata uang dan obligasi.

Dalam testimoni di depan Komite Perbankan Senat AS pada hari Selasa, Yellen menunjukkan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tetap ragu-ragu untuk menaikkan suku bunga di masa mendatang di tengah latar belakang ekonomi global yang tidak menentu.

Penampilan Yellen tersebut menandai kemunculan publik pertamanya sejak FOMC menahan suku bunga acuannya stabil di pekan lalu pada kisaran yang ditargetkan antara 0,25 dan 0,50%. Mengutip perkembangan ekonomi dan keuangan yang lambat di Cina dan kawasan euro, perkembangan rumah tangga yang lemah, dan pertumbuhan produktivitas kecil, Yellen mengatakan dalam sambutannya bahwa FOMC mengharapkan Suku Bunga Acuannya tetap di bawah prospek jangka panjang disebabkan oleh badai angin sementara ini.

Bulan lalu dalam penampilan di Universitas Harvard, Yellen menunjukkan bahwa FOMC bisa menaikkan suku bunga jangka pendek beberapa kali sebelum akhir tahun setelah peningkatan kondisi pasar tenaga kerja dan berkurangnya badai angin global. Namun, FOMC menggeser harapannya dan menurunkan prospek suku bunga jangka panjangnya pada pertemuan kebijakan moneter bulan Juni di pekan lalu menyusul laporan pekerjaan nasional yang mengecewakan pada bulan Mei ketika perekonomian hanya menambahkan 38.000 upah non-pertanian, jumlah bulanan terendah dalam enam tahun.

Pada hari Selasa, Yellen berpidato dengan mengatakan kepada Komite bahwa FOMC akan memantau pasar kerja dengan hati-hati untuk melihat apakah perlambatan pada pertumbuhan lapangan kerja adalah sementara. Pada saat yang sama, Yellen mengatakan dia berharap faktor sementara yang ada dapat menekan inflasi untuk berkurang. Bulan lalu, Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 1% secara tahunan, jauh di bawah target jangka panjang Fed sebesar 2%. Sementara Yellen mengatakan FOMC memiliki kewenangan hukum untuk mendorong suku bunga ke wilayah negatif, ia menekankan bahwa itu bukan sesuatu yang “aktif dipertimbangkan” Komite.

© Reuters.  Emas melandai di sesi Asia

“Pertumbuhan yang kuat atau peningkatan inflasi lebih cepat daripada antisipasi Komite saat ini mungkin akan membuatnya pantas untuk menaikkan suku bunga acuan lebih cepat,” kata Yellen.

“Sebaliknya, jika ekonomi yang mengecewakan, jalan menuju suku bunga acuan lebih rendah akan terbuka. Kami berkomitmen terhadap tujuan ganda kami, dan kami akan menyesuaikan kebijakan yang sesuai untuk mendorong kondisi keuangan yang konsisten dengan pencapaiannya dari waktu ke waktu.”

Para investor yang optimis bullish pada emas mendukung kebijakan moneter pengetatan bertahap oleh Fed. Emas, yang tidak melekat pada suku bunga, berjuang untuk bersaing dengan aset terkait imbal hasil tinggi dalam suasana suku bunga meningkat.

Ketika ditanya tentang referendum Brexit pada hari Kamis, Yellen mengatakan kepergian Inggris dari Uni Eropa bisa menciptakan peningkatan volatilitas di pasar keuangan di kawasan euro, tetapi lebih lanjut bahwa sulit untuk memprediksi dampak tekanan dari AS, Yellen menjawab bahwa potensi Brexit bisa mengakibatkan sentimen “aksi jual” yang bisa memicu pemindahan arus modal, sehingga dapat mendongkrak dolar atau mata uang safe haven lainnya. Dalam lonjakan dolar, Yellen mengatakan, bisa membebani produsen dalam negeri yang sudah berjuang dari berkurangnya permintaan luar negeri.

Komoditas denominasi dolar seperti emas menjadi lebih mahal bagi pembeli asing ketika dolar terapresiasi.