EQUITYWORLD FUTURES – School Footwear, label alas kaki asal Jerman yang telah hadir sejak 100 tahun lalu, membawa sebuah pesan terbaru khusus untuk wanita berusia 30 tahun ke atas dengan menekankan kepedulian terhadap kenyamanan dan kaki.

Menggelar acara “Love Every Step We Take With Scholl Footwear” di Artotel, Thamrin, Jakarta pada Rabu (27/05/2015) lalu, Scholl menghadirkan pakar Orthopedi, dr Widyastuti Srie Utami, Sp.OT, untuk membahas dampak masalah alas kaki dan solusinya.

“Segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan kaki akan membuat perubahan pada bentuk kaki.Tanpa kita sadari, bentuk dan gaya alas kaki yang kita gunakan, mempengaruhi kesehatan kaki secara jangka panjang,” jelas dr Widya.

Sehingga, Scholl Footwear ingin memastikan bahwa jangan sampai alas kaki yang selalu kita gunakan, malah menghalangi aktivitas yang biasa kita jalani. “Sendi kaki itu saling berpengaruh satu sama lain. Jangan lupa, kaki manusia itu dinamis dan tidak statis. Bahkan ketika kita menapak berjalan saja sudah terasa. Masalah yang paling sering dijumpai, adalah peregangan otot betis saat berganti dari sepatu tumit tinggi ke sepatu datar tanpa hak,” tambahnya.

Menurut dr Widya juga, akibat jangka panjangnya, tidak hanya daerah betis belakang saja yang menonjol, tapi juga kaki berpotensi memendek. “Selain akibat jangka panjang tersebut, masalah lain seperti syaraf kejepit, peradangan dan nyeri otot pasti kerap dijumpai. Maka dari itu, penting saat memilih alas kaki yang sekaligus dapat memberi perlindungan kaki sehat,” terang dr Widya.