EQUITYWORLD FUTURES – Peran dan kontribusi arsitek sebagai mitra strategis untuk membentuk citra positif produk material bangunan, diakui paling efektif. Merekalah yang menentukan sebuah produk direkomendasikan atau tidak dalam karya arsitektur.

Menurut Decorative Project Manager PT Jotun Indonesia, Wira Rinaldi, rekomendasi para arsitek mengenai sebuah produk material bangunan sangat penting. Pengetahuan mereka tentang produk yang sesuai untuk digunakan dalam karya-karya arsitekturnya biasanya lebih komprehensif ketimbang pemilik bangunan atau pengembang pada umumnya.

“Dari rekomendasi para arsitek itulah, produk kami hingga kini dikenal banyak orang dan mendapat citra positif,” tutur Wira kepada Kompas.com, dalam perjalanan “Jotun Colorful Journey 2015″, di Ho Chi Minh, Sabtu (23/5/2015).

Wira melanjutkan, untuk itulah, sebagai pihak yang sangat terbantu peran dan kontribusi mereka, PT Jotun Indonesia memberikan apresiasi berupa perjalanan ke kota-kota di dunia yang memiliki karya arsitektur unik, menarik, dan bisa dijadikan sebagai bahan komparasi untuk mendesain.

Project Specifier Decorative Segment Coordinator, Krisna Wijanarko, menambahkan perjalanan arsitektural tahun ini diadakan di dua kota Vietnam, Hanoi, dan Ho Chi Minh. Ada 18 arsitek dari 13 kantor arsitektur Nasional yang berpartisipasi dalam “Jotun Colorful Journey 2015″.

“Dipilihnya kedua kota ini, serupa dengan Jakarta, sedang giat-giatnya membangun. Ada banyak karya arsitektur dengan langgam variatif yang bisa menjadi inspirasi para arsitek,” kata Krisna.

Karya-karya arsitektur itu antara lain, bangunan-bangunan berlanggam kolonial Perancis di pusat kota Ho Chi Minh macam Opera House, dan The Central Post Office, atau bangunan modern kontemporer seperti Bitexco Financial Tower dan Crescent Mall.

Mitra strategis

Selama empat kali penyelenggaraan “Jotun Colorful Journey” pada 2011 di Bali, 2012 di Singapura, 2013 di Seoul Korea Selatan, dan kali ini di Vietnam, citra (brand awareness) Jotun di masyarakat semakin meningkat.

“Hal itu ditandai dengan grafik atau kurva penjualan serta market share untuk keseluruhan produk. Kami bahkan beberapa kali menjadi pemain terbesar nomor dua seiring dengan penambahan kapasitas produksi menjadi 2 juta liter per bulan khusus untuk proyek,” jelas Wira.

Demikian halnya dengan implementasi strategi bisnis untuk tetap dapat mempertahankan eksistensi di tengah kompetisi material cat yang kian sengit, Wira dan Krisna sepakat, akan meningkatkan jalinan relasi positif dengan para arsitek dan stake holder lainnya.

“Karena para arsitek yang paling mengetahui karya arsitekturnya, kebutuhannya, dan juga bagaimana karya tersebut harus dibangun. Sekali mereka mengatakan tidak merekomendasikan sebuah produk, maka tantangan ke depannya akan semakin berat,” imbuh Krisna.

Sebaliknya, dengan menjadikan mereka sebagai mitra strategis sejajar, tidak sekadar menjalin relasi antara produsen dan pengguna (user), adalah cara paling efektif untuk mempertahankan kehadiran, dan memenangkan persaingan bisnis.

“Pelibatan para arsitek menikmati perjalanan ‘Jotun Colorful Journey’ sangat kami hargai. Pengetahuan kami mengenai perkembangan arsitektur mancanegara menjadi lebih kaya,” ujar Pincipal PT TCA Rekacipta, salah satu peserta “Jotun Colorful Journey 2015″, Kusnoto Erie Sudewo.