EQUITYWORLD FUTURES – Bagi pemilik kendaraan bermotor, asuransi kendaraan bermotor bagai perlindungan tak kasat mata yang menghadapi risiko kerusakan setiap hari di jalan. Beberapa pemilik kendaraan bermotor bahkan memiliki ide untuk mendaftarkan kendaraan mereka ke beberapa asuransi berbeda, layaknya perlindungan asuransi kesehatan seperti manusia.

Santosa, CEO Asuransi Astra saat ditemui Otomania beberapa waktu lalu mengungkapkan, ide mendaftarkan satu kendaraan dengan dua perusahaan asuransi kendaraan berbeda adalah sia-sia.

“Buat apa punya asuransi kendaraan sampai dua, sia-sia. Pelanggan malah bayar premi dua kali tapi yang cover cuma satu asuransi,” ucap Santosa.

Santosa mengatakan, konsep asuransi kendaraan berbeda dengan asuransi kesehatan pada individu. Pada asuransi kendaraan, perusahaan asuransi akan mengembalikan kondisi kendaraan seperti sebelum terjadinya kecelakaan.

Maka dari itu ditanggung seluruhnya oleh satu perusahaan asuransi. Ini juga sesuai dengan peraturan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang tidak bisa melakukan dobel cover pada layanan asuransi kendaraan.

“Konsep asuransi kendaraan itu beda dengan asuransi kesehatan individu yang bisa ditanggung lebih dari dua perusahan. Asuransi kendaraan mengcover seluruh kerusakan kendaraan dari satu perusahaan saja. Dari AAUI sudah diatur ” ucap Santosa.

Antar perusahaan asuransi terdapat kesepakatan perjanjian saling pikul resiko atau knock for knock agreement. Perjanjian ini adalah kesepakatan antar-perusahaan asuransi untuk tidak saling meminta pertanggungjawaban atas kerusakan pada kendaraan yang diakibatkan oleh klien.

Penanggung memperbaiki kendaraan tertanggungnya masing-masing dan tidak saling menuntut. Jadi kalau ada dua asuransi dalam satu kendaraan, hanya satu asuransi saja yang bekerja mengganti kerusakan.

“Jadi kalau ada kerusakan hanya satu perusahaan yang mengcover. Tidak bisa perusahaan A hanya bagian tertentu dan B bagian lain. Jadi dobel asuransi kendaraan itu tidak ada gunanya,” ucap Santosa.