EQUITYWORLD FUTURES – Pemerintah Western Australia (Australia Barat) menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan asal Indonesia pada tahun 2016. Hal tersebut diungkapkan Kepala Negara Bagian (Premier) Australia Barat, Colin Barnett saat diskusi terbatas dengan wartawan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

“Tahun 2014 (Juni 2014-Juni 2015) ada kunjungan 27.000 wisatawan Indonesia ke Australia Barat. Tahun depan (2016) kita targetkan 30.000 wisatawan Indonesia yang datang,” kata Colin.

Ia mengaku heran dengan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia yang masih sedikit dibandingkan jumlah kunjungan wisatawan asal Australia Barat ke Indonesia.

Menurut Colin, sebanyak 365.000 wisatawan Australia Barat berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali berdasarkan data statistik bulan Juni 2014 hingga Juni 2015.

“Jumlah tersebut (365.000 wisatawan) bahkan tak sampai setengah (kunjungan wisatawan Indonesia ke Australia Barat). Perbedaannya jauh sekali,” lanjut Colin.

Colin menjelaskan para wisatawan Indonesia umumnya berkunjung ke Perth untuk keperluan pendidikan misalnya menengok sanak keluarga yang bersekolah di Perth.

ARYA DARU PANGAYUNAN Desert View Walk Train di Nambung National Park, Perth, Australia.

Colin menginginkan para wisatawan Indonesia dapat mengeksplorasi obyek-obyek wisata selain Perth.

“Kita juga punya Fremantle, Swan Valley, Margaret River, dan banyak lainnya,” papar Colin.

Sebagai cara untuk mencapai target kunjungan wisatawan tersebut, Colin datang ke Indonesia dan bertemu dengan para pelaku pariwisata dan media. Ia bertemu dengan pihak maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia dan agen-agen pariwisata.

Australia Barat adalah negara bagian yang mencakup sepertiga luas Benua Australia. Australia Barat berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah utara dan barat, Teluk Australia Besar dan Laut Selatan di sebelah selatan, wilayah Nothern Territory di timur laut, dan negara bagian South Australia di bagian tenggara.