EQUITYWORLD FUTURES – Austria akan mencabut kebijakan darurat yang memungkinkan ribuan pengungsi dengan bebas melakukan perjalanan dari Hungaria ke Eropa Barat.

Kanselir Austria Werner Faymann menyebut, penghentian kebijakan darurat itu akan dilakukan “selangkah demi selangkah.”

Kebijakan melonggarkan aturan perbatasan memungkinkan ribuan orang meninggalkan Hungaria menuju Austria dan Jerman, selama akhir pekan.

Jerman, negeri yang paling dituju para pengungsi, memperingatkan bahwa kesediannya menerima pengungsi memiliki batasnya juga.

Menteri Dalam Negeri Jerman menyebut, keputusan untuk membolehkan para pengungsi masuk selama beberapa hari terakhir merupakan suatu kekecualian, dan bahwa ketentuan Uni Eropa bahwa para pencari suaka harus diproses di negeri pertama pengungsi itu datang, masih berlaku.

Di tengah pertentangan tajam di kalangan negara-negara anggota Uni Eropa, pimpinan badan PBB untuk pengungsi, Antonio Guterres mengatakan bahwa “krisis bisa ditangani” jika negara-negara sanggota bisa bersepakat atas langkah bersama.

Kanselir Austria Werner Faymann memberikan pernyataan itu sesudah berbicara di telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan PM Hungaria Viktor Orban, Minggu (6/9/2015).

“Kami selalu mengatakan bahwa ini situasi darurat, yang karenanya kita harus bertindak cepat dan manusiawi,” kata Kanselir Austria.

“Kami telah menolong lebih dari 12.000 orang yang dalam situasi akut. Sekarang, selangkah demi selangkah, kita harus bergerak meninggalkan langkah darurat menuju langkah normal.”

Itu berarti, Austria akan memulihkan pos-pos pemeriksaan bagi yang memasuki negeri itu, sebagaimana sebelumnya.

Hari Minggu, sebuah konvoi mobil yang dikemudikan aktivis Austria dan Jerman berangkat ke perbatasan Hungaria menjemput para pengungsi dan membagikan makanan.

Seorang aktivis Austria yang ambil bagian, Angelika Neuwirth, mengatakan kepada BBC, “Saya kira ini merupakan tugas saya. Saya tak bisa terus menerus memejamkan mata.”