EQUITYWORLD FUTURES – Nilai tukar Rupiah diperkirakan mengalami penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Penguatan tersebut mengikuti penguatan nilai tukar Euro terhadap USD.

Namun di sisi lain, laju nilai tukar Yen mengalami pelemahan terhadap USD. Hal tersebut yang harus dicermati dan membuat nilai tukar Rupiah melemah.

“Apalagi laju Rupiah sempat melewati level psikologis Rp 12.300 sehingga membuat Rupiah kian murah. Di sisi lain, sebagian pelaku pasar juga memanfaatkan penguatan Euro untuk trading buy dan profit taking pada USD meski tidak terlalu signifikan karena masih diimbangi dengan sentimen rilis lebih rendahnya initial jobless claim AS dari perkiraan,” ujar Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam riset hariannya, Senin (08/12).

Menurut dia, laju Rupiah berada di atas target level resisten Rp 12.305. Penguatan Rupiah tersebut bersifat terbatas dan memerlukan sentimen positif yang lebih kuat untuk mengangkat penguatan Rupiah terhadap USD.

“Potensi pelemahan masih ada namun, kami harapkan Rupiah mampu mempertahankan laju positifnya. Rp 12.310-12.290 (kurs tengah BI),” pungkas dia.