Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Aldian Taloputra memperkirakan Presiden Terpilih Joko Widodo akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pada semester pertama tahun depan. Menurutnya, Jokowi akan mengambil opsi melanjutkan konsep pembatasan BBM ala SBY di awal masa pemerintahannya. “Kalau kebijakan ini (pembatasan) dinilai berhasil maka akan diteruskan lebih dahulu,” ujarnya di Tanjung Pandan, akhir pekan lalu.

Aldian menjelaskan Jokowi akan membutuhkan dukungan politik untuk memperlancar keputusannya menaikkan harga BBM ini. Sementara, saat ini komposisi partai pendukung pemerintahan di parlemen kalah dibandingkan oposisi.

Sehingga, kenaikan baru akan dilakukan pada tahun depan. “Jokowi dengan partainya setidaknya perlu mengajak satu atau dua partai lagi untuk berkoalisi.”

Keputusan Jokowi untuk menaikkan harga BBM, selain IHSG, akan mempengaruhi suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate. Pasalnya, kenaikan harga BBM akan mempengaruhi keputusan masih diperketat atau tidaknya ekonomi Indonesia akibat defisit transaksi berjalan.

“BI Rate tahun depan, jika tidak ada kenaikan harga BBM, akan berada di 7,5 persen sampai 7,8 persen,” katanya.