Jika di Bumi, manusia bisa dengan mudah menggunakan toilet karena terdapat gaya gravitasi, tidak demikian halnya dengan para astronot di luar angkasa. Untungnya peneliti telah menemukan toilet terbaik para penghuni stasiun luar angkasa (ISS). Bagaimana cara kerja toilet itu?

Dalam stasiun luar angkasa ISS yang dibangun pada tahun 1988 itu, para astronot harus duduk di sebuah toilet dengan lebar lubang buangan hanya 10 sentimeter saja, padahal kebanyakan toilet di bumi mempunyai lubang berukuran 30 sampai 45 sentimeter.

Toilet khusus buang air besar ini akan bekerja layaknya sebuah alat ‘vacuum cleaner’ yang langsung menyedot zat sisa buangan ‘padat’ para astronot. Uniknya, untuk membuat astronot tidak beranjak dari toilet akibat ketiadaan gaya gravitasi, terdapat sebuah sabuk pengaman yang akan menahan tubuh mereka.

Di sisi lain, untuk membuang zat sisa berupa urin, astronot menggunakan alat penyedot khusus yang berbentuk pipa. Alat ini akan berbeda untuk astronot wanita dan pria. Ahli toilet NASA mengatakan bila proses pembuangan urin pada wanita jauh lebih mudah dari pria. Sebab, jika tidak hati-hati, alat tersebut bisa melukai alat kelamin astronot pria, Daily Mail (06/08).

Zat-zat sisa yang ditampung akan dipisahkan berdasarkan jenisnya untuk diproses lebih lanjut. Zat sisa berupa cairan akan didaur ulang menjadi air bersih yang akan digunakan sebagai air minum astronot. Sedangkan zat sisa berupa kotoran padat akan disimpan pada wadah kapsul yang dilengkapi dengan alat sterilisasi agar kotoran tersebut tidak menimbulkan bau.

Kapsul ini akan di buang dalam perjalanan ke bumi sehingga dapat terbakar habis saat memasuki atmosfer. Meskipun alat ini terkesan sepele, harga dari satu set toilet luar angkasa bisa mencapai Rp 2,5 triliun rupiah.

NASA pun masih berniat menyempurnakan toilet buatannya yang cukup rumit tersebut dengan fungsi lain, seperti penghasil energi listrik. Untuk menghasilkan listrik, urin yang ditampung akan melalui tahap osmosis khusus menggunakan membran khusus.