EQUITYWORLD FUTURES – Pada perdagangan Kamis (14/4/2016) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 38 poin (-0,79 persen) ke level 4.814,85.

Tercatat nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 5,1 triliun, yang didorong saham BBRI dan ASII.

Sebanyak 8 sektor mengalami penurunan dipimpin sektor pertambangan, aneka industri dan industri dasar. Sementara hanya sektor perkebunan atau agribisnis yang mengalami kenaikan.

Pada perdagangan Kamis, sebanyak 118 saham mengalami kenaikan, 179 saham mengalami penurunan, 100 saham tidak mengalami perubahan dan 204 saham tidak mengalami perdagangan.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa antara lain INTP, BBRI, ASII, PGAS, dan GGRM.

Investor asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 267,9 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing yakni BBRI, PGAS, PPRO, INTP dan INCO.

“Secara teknikal, indeks turun dengan bearish engulfing candle dan test support MA50 meski volume rendah. Stochastic positif sementara RSI dan MACD negatif,” papar analisis teknikal PT Bahana Securities kepada Kompas.com.

Hari ini (15/4/2016) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah terbatas dikisaran 4.790-4.840.

“Beberapa saham yang dapat diperhatikan antara lain saham ACES, DMAS, GIAA, MAPI, MIKA, dan UNTR,” lanjut Bahana Securities.

Sementara rupiah pada hari ini diperkirakan akan bergerak dikisaran 13.150-13.250 dengan kecenderungan melemah.

Hal ini mengikuti pelemahan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (14/4/2016) lalu, rupiah ditutup melemah ke level 13.180.