Nampaknya generasi ‘baru’ manusia lebih mudah terbiasa dengan teknologi dari pada yang dibayangkan. Tidak main-main, tingkat adaptasi mereka mungkin lebih baik dari orang-orang dengan pendidikan yang jauh lebih tinggi.

Penelitian terbaru membuktikan jika balita setingkat siswa taman kanak-kanak mampu menyelesaikan masalah penggunaan gadget baru (sangat) lebih cepat ketimbang mahasiswa. Bagaimana bisa?

Para peneliti dari Universitas California melaksanakan penelitian tersebut dengan menugasi 106 balita dan 170 mahasiswa untuk menjalankan sebuah aplikasi agar perangkat tablet baru yang mereka terima bisa digunakan untuk menjalankan fitur seperti pemutar musik.

Hal utama yang kemungkinan besar membuat balita mampu melakukan hal tersebut adalah kemampuan dasar mereka sebagai pembelajar yang aktif yang fleksibel. Anak-anak tersebut mampu mempelajari hubungan sebab-akibat dengan sangat cepat untuk menarik kesimpulan dari apa yang mereka sedang amati, Daily Mail (30/06).

Perlu diketahui jika kemampuan spesial balita untuk mempelajari konsep abstrak ini bisa dilakukan hanya dengan sedikit paparan informasi dan eksperimen yang mereka lakukan sendiri.

Hal ini juga menggambarkan jika proses penalaran hubungan sebab-akibat pada orang dewasa seringkali terganggu oleh munculnya prasangka-prasangka yang menyebabkan berkurangnya tingkat efisiensi dari proses berpikir.