EQUITYWORLD FUTURES – Pembangunan jalan penghubung yang menjadi akses langsung lalu lintas kargo dan penumpang di kawasan Bandar Udara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya terealisasi.

PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara telah mendapatkan persetujuan penggunaan sebagian permukaan sungai untuk pembangunan jalan tersebut dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

PT Angkasa Pura I dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menandatangani kerja sama pembangunan jalan penghubung yang akan membuka koneksi antara Terminal 1 dan Terminal 2 serta lalu lintas angkutan barang. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan General Manager Bandara Juanda Yuwono dan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Selasa (5/4) di Kantor Angkasa Pura 1 Juanda.

Yuwono mengatakan, jalan penghubung ini dibangun di atas sungai atau Avoer Semampir sepanjang 500 meter. Pembangunan jalan penghubung ini direncanakan sejak dua tahun lalu. Jalan sepanjang 1.600 meter dengan lebar 7 meter ini penting dan mendesak karena tingginya kebutuhan mobilisasi penumpang dan barang di Juanda.

Investasi pembangunan jalan penghubung berasal dari PT AP 1 dengan nilai Rp 39 miliar. “Pekerjaan pembangunan sudah dimulai dan diharapkan selesai dalam tiga bulan ke depan. Dengan dioperasikannya jalan penghubung, diharapkan pergerakan dari Terminal 1 ke Terminal 2 lebih mudah, lebih cepat, dan lebih nyaman,” ujarnya.

Bandara Internasional Juanda melayani 400 pesawat yang berangkat dan datang setiap hari pada musim liburan. Jumlah penumpang 57.165 orang.

Jalan penghubung ini dibangun melingkar di samping landasan pacu, tepatnya di sisi barat daya untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh mobilisasi dari Terminal 1 ke Terminal 2. Harapannya, nanti waktu tempuh cukup 10-15 menit.

Bandara Juanda memiliki dua terminal penumpang, yakni Terminal 1 untuk penerbangan domestik dan Terminal 2 untuk penerbangan internasional. Jarak antarterminal dipisahkan landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Belum ada koneksi antarterminal sehingga penumpang harus keluar area bandara dan melalui jalan umum yang memutar serta kerap macet.

Untuk penumpang pesawat yang hendak transfer penerbangan dari Terminal 1 ke Terminal 2 atau sebaliknya harus menempuh 20-40 menit. Mereka juga harus mengeluarkan biaya tinggi karena harus menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.

Saiful Ilah mengatakan, pemkab mendukung penuh pembangunan infrastruktur di lingkungan bandara. Kepada pengelola bandara, dia meminta agar menjamin pekerjaan pembangunan konstruksi tak mengganggu fungsi saluran air.

“Jangan sampai menyebabkan banjir sebab kawasan bandara dan lingkungan sekitarnya rawan banjir pada musim hujan,” katanya. (nik)