EQUITYWORLD FUTURES – PT Pertamina berencana akan meningkatkan kapasitas kilang miliknya. Diantaranya, kilang Cilacap, Balongan dan Balikpapan. Hal ini dinilai ekonomis dan mudah untuk meningkatkan kapasitas kilang.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina, Muhammad Husen mengatakan, sambil menunggu pembangunan kilang baru, dalam jangka waktu lima tahun ke depan, Pertamina akan meng-upgrade untuk menambah kapasitas produksi.

“Karena untuk membangun kilang baru membutuhkan waktu yang lama, sehingga jalan yang mudah Pertamina akan meng-upgrade kilang sehingga dengan cepat mampu menambah kapasitas kilang,” kata Husen kepada KONTAN, Sabtu (18/10/2014) kemarin.

Langkah tersebut menurut Husen, sudah biasa dilakukan di negara-negara lain. Ia bilang, saat ini Pertamina harus mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Sehingga, jika harus menunggu pembangunan kilang baru akan membutuhkan waktu yang lama dan tidak cukup hanya membutuhkan waktu lima tahun. “Nah, yang paling cepat usahanya adalah meng-upgrade kilang,” jelasnya.

Menurut Husen, upgrading akan dilakukan pada seluruh kilang yang dimiliki Pertamina, utamanya kilang Cilacap, Balongan dan Balikpapan. Utamanya, perbaikan tersebut dilakukan agar kilangkilang bisa mengolah minyak mentah termasuk jenis sour crude.

Desain awal kilang milik Pertamina yakni, untuk mengolah minyak mentah jenis sweet yang banyak diproduksi di dalam negeri. Namun, pengolahan minyak mentah jenis ini berbiaya mahal.

“Jadi, kami akan tingkatkan untuk bisa mengolah minyak mentah jenis sour crude, apalagi di dunia lebih banyak tersedia sour crude,” jelasnya.

Namun, Husen enggan menyebut berapa biaya yang dikelarkan untuk meng-upgrade kilangnya.

Dirinya mengungkapkan, upaya ini tentu saja bakal bisa mengurangi besaran impor BBM. Pasalnya, dengan upgrading, total kapasitas kilang yang dimiliki Pertamina saat ini 420 barel per hari (bph). “Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, kapasitas bisa dinaikan menjadi 1,6 juta bph,” tutur dia.

Menurutnya, penambahan kapasitas serta pembangunan kilang dalam waktu bersamaan bisa berjalan sesuai rencana.

“Kami melihat dari pertamina seperti itu, ini kan impor harus segera di kurangi, kalau ngomong subsidi dihilangkan rasanya terlalu ambisius, nah menguranginya dengan meng upgrade yang ada, secara pararel dengan bangun yang baru juga,” kata dia.