Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik akan mengalami perlambatan pada tahun ini. Namun, kecepatan pertumbuhan akan kembali meningkat pada tahun depan.

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Axel van Trotsenburg mengatakan percepatan pertumbuhan di 2015 ini seiring dengan mulai pulihnya ekonomi negara-negara maju yang akan meningkatkan permintaan ekspor dari kawasan ini.

Perekonomian negara-negara berkembang di Asia Timur akan tumbuh rata rata 6,9 persen pada tahun ini dan tahun depan. Pertumbuhan ini turun dari sebelumnya sebesar 7,2 persen pada 2013.

“Di China, pertumbuhan akan melambat menjadi 7,4 persen pada 2014 dan 7,2 persen pada 2015. Hal ini karena pemerintah China mengusahakan perekonomian yang lebih berkelanjutan dengan kebijakan yang mengatasi kerentangan keuangan dan kendala struktural,” ucap Axel dalam ulasan East Asia Pacific Economic Update melalui video conference di Jakarta, Senin (6/10).

Kecuali China, pertumbuhan di negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan hanya mencapai 4,8 persen pada tahun ini, kemudian naik menjadi 5,3 persen pada 2015 karena meningkatnya permintaan ekspor.

“Kenaikan ini diperkirakan berkat dampak peningkatan ekspor dan kemajuan reformasi ekonomi di negara-negara besar di Asia Tenggara.”

Meski demikian, negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik disebut akan terus memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih cepat dibandingkan kawasan berkembang lain bila pembuat kebijakan menerapkan agenda reformasi yang ambisius.

“Ini termasuk menghilangkan hambatan-hambatan untuk investasi domestik, meningkatkan daya saing ekspor dan mengatur belanja publik secara rasional,” katanya.