Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi menetapkan satu investor saja yang maju ke tahap fit and proper test untuk membeli mayoritas saham Bank Mutiara, dulu dikenal sebagai Bank Century. Calon pembeli yang lolos uji kelaikan tahap akhir adalah J Trust Co Ltd, asal Jepang.

Sekretaris Lembaga LPS Samsu Adi Nugroho menjelaskan, penetapan J Trust sebagai satu-satunya kandidat akhir pekan lalu, bukan berarti menandakan mereka resmi membeli Bank Mutiara. “Proses penjualan masih ada tahap yang krusial, yaitu fit and proper test,” ujarnya kepada merdeka.com, Senin (15/9).

Kepastian ini diumumkan perusahaan itu lewat situs resmi jt-corp.co.jp. Presiden Direktur J Trust Nobuyushi Fujisawa sudah menyepakati masuk ke tahapan fit and proper test. “Pada Jumat (12/9), kami menandatangani conditional sale and purchase agreement (CPSA) dengan pengaturan transaksinya bersama LPS,” kata Nobuyushi.

Soal teknis pelaksanaan fit and proper test, Samsu mengaku bukan lagi tanggung jawab LPS, tapi sudah masuk ke ranah kerja Otoritas Jasa Keuangan. Pihaknya bertugas menyeleksi 18 peminat awal, untuk kemudian diusulkan maju ke panel OJK. “Untuk hal-hal terkait fit and proper test semua menjadi kewenangan OJK,” kata Samsu.

Keterangan detail mengenai CPSA Bank Mutiara akan diumumkan LPS selepas uji kelaikan digelar. Samsu mengaku waktunya belum ditentukan.

Bila mengacu jadwal indikatif penjualan saham Bank Mutiara, maka pada pekan ketiga September 2014, harus sudah dijalankan CPSA, sekaligus pembayaran awal investor yang terpilih.

Ini merupakan tahun terakhir LPS bisa menjual 99,996 persen saham bank bermasalah yang terkait kasus dana talangan Bank Indonesia pada 2008. Bank yang dulu dimiliki trio Robert Tantular, Rafat Ali Rizvi, dan Hesham al-Warraq ini diambil alih pemerintah akibat adanya krisis pada 21 November 2008, ditambah penggelapan dana nasabah.

Merujuk klausul LPS yang bisa menjual Bank Mutiara di bawah harga pasar, J Trust tidak sampai mengeluarkan dana hingga Rp 8 triliun. Itu total dana yang sudah digelontorkan LPS buat memperkuat aliran modal ke bekas Bank Century tersebut.

Pesaing J Trust yang tersisih di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Artha Graha Tbk, Bank of China (Hong Kong) dan Leong Bank (Malaysia).

J Trust bukan kali ini saja menanamkan modal di perbankan Indonesia. Perusahaan investasi asal Negeri Matahari Terbit itu sebelumnya sudah membeli 9 persen saham PT Bank Mayapada International Tbk pada awal 2014.