Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) DKI Jakarta I Dewa Gede Sony Aryawan mengatakan pihaknya berencana memanggil perusahaan-perusahaan yang ikut tender di DKI Jakarta. Hal tersebut untuk klarifikasi dokumen-dokumen perusahaan tersebut, sehingga perusahaan yang keluar sebagai pemenang adalah perusahaan yang bonafid dan profesional.

“Klarifikasi kita lakukan bersama-sama dengan tenaga ahli perusahaan terkait. Namun sayang, beberapa perusahaan yang kita mintai klarifikasi dokumennya, ternyata tenaga ahli banyak yang bodong,” ujar Sonny di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/9).

Dia mengatakan perusahaan-perusahaan bodong tersebut yang selama ini menjadi masalah dalam pengadaan barang dan jasa di Pemprov DKI. Selain tidak memiliki kemampuan, keberadaan perusahaan juga seringkali tidak jelas.

Hingga awal Agustus ini, ULP sudah melakukan lelang 2.037 paket. Total nilai kontrak sebesar Rp 9,093 miliar sudah sebagian sudah masuk ke dalam proses kontrak. Sebanyak 1.084 paket dengan nilai kontrak Rp 2,623 miliar sudah masuk dalam proses kontrak setelah berhasil di lelang. Jumlah paket yang sudah diumumkan melalui website www.lpse.jakarta.go.id.

Sony menegaskan beberapa proses pengadaan yang sudah masuk dalam kontrak seperti proyek dinding turap sungai atau sheet pile atau tanggul turap di Dinas Pekerjaan Umum. Sehingga, program penanganan banjir bisa dapat segera dilaksanakan.

“ULP sudah ngebut untuk penyerapan anggaran. Tapi, saat ini memang masih proses lelang dan mudah-mudahan cepat selesai dan ada pemenangnya. Beberapa sudah ada yang kontrak seperti pengerjaan sheet pile di DPU DKI,” pungkas dia.

[bal]