EQUITYWORLD FUTURES – Banjir kembali merendam ratusan rumah di Kampung Pulo, Jakarta Timur kemarin. Tak cuma di Kampung Pulo, di beberapa lokasi di Jakarta juga banjir.

Banjir yang terjadi di sejumlah lokasi di Jakarta ini terasa spesial, lantaran tepat saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari pertama sebagai Gubernur DKI Jakarta usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo.

Di Kampung Pulo, posisi ketinggian air mencapai empat meter di bantaran kali ciliwung. Sejumlah warga dievakuasi ke posko pengungsian, sementara itu air dari luapan Kali Ciliwung telah meluber ke Jalan Jatinegara Barat yang membuat arus lalu lintas tersendat.

“Mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Telah mencapai ketinggian sekitar empat meter pada pukul 08.00 WIB. Ini masih ada tanda-tanda air akan terus naik. Ketinggian air bisa mencapai sekitar lima atau enam meter,” kata Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu saat dihubungi wartawan, Kamis (19/11) kemarin.

Bambang menyatakan, banjir disebabkan meningkatnya volume air di Pintu Air Katulampa, Bogor dan Pintu Air Depok pada Rabu (18/11), atau setelah hujan deras mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya. Jika air laut di utara Jakarta tidak pasang, dan kawasan Jabodetabek tidak kembali diguyur hujan, banjir diperkirakan akan mulai surut pada malam hari.

“Itu baru akan surut. Tapi, jika air kembali meninggi, tim penanganan banjir dari BPBD, Sudinkes, Sudinsos, PMI, Satpol PP dan lainnya telah siap,” katanya.

Air berwarna cokelat akibat luapan kali Ciliwung juga menggenangi Jalan Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan kemarin. Akibat banjir ini, memutus sebagian jalan yang menghubungkan Kampung Melayu dan Kuningan, Jakarta Selatan.

Hampir seluruh rumah yang berada di bantaran kali ciliwung terendam banjir setinggi 1 sampai 3 meter. Namun demikian, ada juga warga yang memilih tinggal di rumah dan ada juga yang tinggal di pengungsian.

Pantauan merdeka.com, beberapa pengendara sepeda motor yang nekat melintas jalan menuju Pasar Gembrong harus rela menuntun motornya karena mogok. Mereka pun mencoba memperbaiki kendaraannya dengan membersihkan busi motor agar bisa berjalan kembali.

Banjur juga melanda ratusan rumah di Jalan Bina Warga, Kelurahan Rawajati Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, terendam air. Ketinggian air mencapai tiga meter, akibat dari meluapnya kali ciliwung di jembatan Kalibata.

Sebagian warga lebih memilih tetap tinggal di lantai dua rumahnya. Sementara, sebagian warga memilih mengungsi di bawah Flyover Kalibata.

Pantauan merdeka.com, sebagian warga Rawajati yang memilih mengungsi telah mengevakuasi barang berharganya di bawah flyover Kalibata.

“Sementara ya kita di sini dulu, barang yang penting yang sempet diambil, ya dibawa ke sini,” ujar Rustam, warga Rawajati saat ditemui di bawah flyover Kalibata, Kamis (20/11) kemarin.

Sementara, Camat Pancoran Munjirin saat ditemui di lokasi mengimbau warga yang memilih menetap di rumahnya agar pindah ke tempat yang sudah ditetapkan oleh pemerintahan setempat.

“Yang masih berada di rumah, sudah diimbau agar pindah ke tempat evakuasi yang sudah kami sediakan,” tutur Munjirin.

Munjirin menambahkan, pihaknya telah menyediakan tempat pengungsian bagi warga yang terkena banjir di SD 05 Rawajati, Lapangan sepakbola Rawajati, serta di Puskesmas Kelurahan Rawajati.

“Di sana nanti disiapkan tenda dan makanan untuk warga. Jadi dari kemarin sudah kami imbau agar warga mengungsi ke sana,” tandasnya.

Di Jakarta Pusat, banjir juga terjadi di daerah Pasar Baru. Luapan air hingga meluber ke jalan raya hingga menyebabkan banjir dan macet parah di kawasan tersebut.