EQUITYWPRLD FUTURES – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 juta untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak penyandang disabilitas.

Beasiswa itu bisa digunakan untuk biaya pendidikan dan biaya hidup.

“Dengan adanya beasiswa tersebut diharapkan bisa meningkatkatkan kualitas pendidikan di Banyuwangi. Dan hal terpenting adalah semua anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang sama. Ini untuk SD sampai kuliah,” ujar Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (22/2/2016).

Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, anak penyandang disabilitas bisa mendaftar melalui sekolah, desa dan lembaga terkait.

“Mereka bisa memilih jurusan sesuai pilihan mereka sendiri yang penting sudah memenuhi syarat,” kata Anas.

Beasiswa anak penyandang disabilitas itu melengkapi beasiswa Banyuwangi Cerdas yang tahun ini dialokasikan Rp 3,75 miliar. Beasiswa itu juga dimanfaatkan untuk membiayai anak-anak muda Banyuwangi berkuliah di berbagai perguruan tinggi.

Selain itu, menurut Anas, Pemkab Banyuwangi juga memfasilitasi para penyandang diabilitas untuk mengikuti pelatihan. Saat ini yang sudah berjalan adalah pelatihan memijat bagi penyandang tuna netra serta pemberian materi tentang industri kreatif.

Jumlah penyandang disabilitas di Banyuwangi pada saat ini mencapai 4.453 orang dan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia termasuk penyandang disabilitas pemerintah akan memperbanyak sekolah inklusif yang ditunjang dengan guru yang berkompeten dan fasilitas yang layak.

Banyuwangi saat ini telah memiliki 122 sekolah inklusif yang menerima 453 siswa penyandang disabilitas.

“Hadirnya sekolah-sekolah inklusif tersebut memberi kemudahan bagi anak penyandang disabilitas. Salah satunya, mereka bisa bersekolah yang terdekat dengan rumah. Anak penyandang disabilitas bisa belajar di sekolah reguler, mempelajari mata pelajaran yang sama dan mengikuti semua kegiatan di sekolah tanpa ada diskriminasi,” tuturnya.

Sebelumnya, pada tahun 2015, anggaran beasiswa untuk penyandang disabilitas yang disediakan sebesar Rp 150 juta dan rencannaya pada tahun 2017 akan ditingkatkan menjadi Rp 500 juta.